Beranda Terhangat FK USK Luluskan Dua Dokter Spesialis Radiologi Pertama di Aceh

FK USK Luluskan Dua Dokter Spesialis Radiologi Pertama di Aceh

BERBAGI
dr. Raudhatul Jannah, Sp.Rad. dan dr. Denny Andrea, Sp.Rad., lulusan perdana PPDS Radiologi FK USK. (Dok. dr. Raudhatul Jannah)

Ananda Sahira & Fatmi Unaisah | DETaK 

Darussalam-Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencetak sejarah dengan meluluskan dua dokter spesialis radiologi pertama di Aceh. Program Studi Radiologi FK USK resmi meluluskan dua dokter spesialis radiologi setelah keduanya dinyatakan lulus Ujian Kompetensi Nasional yang diselenggarakan di Yogyakarta pada Desember 2025. Setelah melalui tahapan ujian tersebut, keduanya mengikuti rangkaian yudisium yang digelar di Auditorium AAC Dayan Dawood pada Rabu, 11 Februari 2026.

Keduanya merupakan lulusan angkatan pertama dan berhasil mendapatkan predikat cum laude pada program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Radiologi FK USK. Adapun lulusan tersebut ialah dr. Raudhatul Jannah, Sp.Rad., dan dr. Denny Andrea, Sp.Rad.

Iklan Souvenir DETaK

Program studi tersebut dirintis sejak 2020 hingga 2022. Adapun masa pendidikan ditempuh selama tujuh semester. Proses tersebut melalui tahapan persiapan akademik, pemenuhan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga terbitnya izin resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dengan terbitnya izin operasional tersebut, FK USK menjadi pusat pendidikan dokter spesialis radiologi kedua di Sumatra setelah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU).

Program Studi Radiologi FK USK saat ini dipimpin oleh Ketua Departemen dr. Nurhayani Dwi Susanti, Sp.Rad., Subsp. Abd(K) dengan Sekretaris Departemen dr. Teuku Muhammad Yus, Sp.Rad. Sementara itu, Koordinator Program Studi dijabat oleh Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria, Sp.Rad., Subsp. RI(K).

Hingga saat ini, program tersebut telah menampung 26 peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yang terdiri atas peserta dari berbagai daerah dan rumah sakit di Aceh serta delapan peserta dari luar Aceh, yakni Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Padang. Menariknya, program ini juga menerima satu peserta didik internasional yang berasal dari Palestina.

dr. Teuku Muhammad Yus, Sp.Rad., menyampaikan bahwa salah satu tantangan dalam pendidikan radiologi adalah kebutuhan fasilitas berteknologi tinggi dengan biaya besar, seperti MRI dan CT scan.

“Syukurlah RSUDZA sebagai teaching hospital telah memiliki fasilitas tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran dan pelayanan. Selain itu, karena jumlah konsultan radiologi masih terbatas, peserta didik juga menjalani rotasi pendidikan di FK UI, RSCM, serta rumah sakit jejaring di Aceh untuk melengkapi kompetensi,” ucapnya.

Salah satu lulusan, dr. Raudhatul Jannah, Sp.Rad., mengungkapkan bahwa prospek profesi radiologi masih sangat menjanjikan. Ia menilai kebutuhan dokter spesialis radiologi masih sangat tinggi, baik secara nasional maupun di Aceh.

“Banyak rumah sakit yang telah memiliki layanan radiodiagnostik, tetapi belum memiliki dokter spesialis radiologi. Di Aceh sendiri, perkembangan rumah sakit dan fasilitas radiologi terus meningkat, sehingga prospek radiolog ke depan sangat baik,” tuturnya.[ ]

Editor: Kamilina Junita Damanik