Beranda Terkini Mahasiswa FP USK Raih Juara 3 Lomba Fotografi Nasional 2026

Mahasiswa FP USK Raih Juara 3 Lomba Fotografi Nasional 2026

BERBAGI
penyerahan piagam penghargaan oleh bapak Abdullah, SE, Sub Koordinator Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Dok. Pribadi)

Mila Karmila & Putri Balqis | DETaK

Darussalam — Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Andri Julius Sihombing, mahasiswa Ilmu Tanah Fakultas Pertanian (FP) USK, berhasil meraih juara 3 dalam lomba fotografi mahasiswa tingkat nasional tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuannya memanfaatkan peluang di tengah keterbatasan. Ia menilai sistem lomba online justru memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk berpartisipasi tanpa harus terbebani biaya besar.

Iklan Souvenir DETaK

Dalam wawancara, Andri mengungkapkan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang belajar dan berkembang. “Bagi saya, ini bukan sekadar berkompetisi, tapi ruang untuk belajar dan berkembang. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk mencoba dan menunjukkan karyanya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan terbesar dalam berkarya, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari dalam diri sendiri. Andri mengatakan bahwa banyak peserta sering merasa ragu terhadap kualitas karya mereka. Namun, ia menekankan bahwa keberanian untuk memulai jauh lebih penting dibandingkan kesempurnaan.

Selain itu, proses kreatif yang ia jalani berangkat dari keinginan sederhana untuk mengangkat keindahan alam Aceh. Ia menjelaskan bahwa banyak potensi lokal yang belum terekspos secara luas, sehingga ia mencoba menghadirkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna emosional.

“Melalui momen matahari terbenam di tepi pantai, saya ingin mengajak orang berhenti sejenak dan merasakan ketenangan,” katanya.

Lebih lanjut, Andri juga berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu untuk berkarya. Ia menilai bahwa banyak mahasiswa memiliki potensi besar, hanya saja sering terhambat oleh rasa takut dan kurang percaya diri.

Ia menegaskan bahwa karya terbaik sering lahir dari keberanian untuk mencoba dan konsistensi dalam belajar. “Jangan takut karya kita belum sempurna, karena justru dari situ kita berkembang,” tambahnya.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan potensi daerah, khususnya Aceh, ke tingkat yang lebih luas.[]

Editor: Naisya Alina