Beranda Terhangat Asrama Mahasiswa USK Kembali di Buka Secara Luring Pada Tahun 2022

Asrama Mahasiswa USK Kembali di Buka Secara Luring Pada Tahun 2022

BERBAGI
Asrama USK 18/01/2022 (Teuku Ichlas Arifin/DETaK)

Teuku Ichlas Arifin | DETaK

Darussalam – Asrama mahasiswa penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) Universitas Syiah Kuala (USK) telah dibuka kembali secara luring pada jelang hari pertama masuk kuliah yaitu pada tanggal 17 Januari 2022.

Menurut Kepala Asrama USK yaitu Amiruddin mengatakan bahwa asrama USK ini dibuka 10 hari sebelum hari pertama masuk kuliah, yaitu tanggal 10 januari 2022 dan sistemnya dibagi per fakultas. Ia juga menjelaskan hingga hari Selasa (18/01/2022) masih terdapat beberapa mahasiswa yang telat untuk masuk ke asrama dikarenakan beberapa hal.

Iklan Souvenir DETaK

Lalu beliau juga menjelaskan bahwa untuk sementara ini aturan prokes yang telah diusahakan yaitu mencuci tangan di ruang konsumsi, serta jika pergi kemana-mana tetap menggunakan masker dan tidak boleh dibuka ketika berada di asrama. “Harapan kami anak-anak bisa kompak, bisa patuh aturan supaya tahun ini bisa berbaur kan dengan orang lain,” ujarnya.

Beliau juga mengatakan bahwa total mahasiswa yang menempati asrama USK sebanyak 1700 orang, serta sekitar 200 mahasiswa lainnya belum masuk ke asrama. 200 mahasiswa tersebut kemungkinan adalah mahasiswa dari PGSD dan kemudian bisa saja ada mahasiswa yang mempunyai halangan tertentu sehingga tidak bisa menuju ke asrama.

Menurutnya pihak asrama akan menunggu dalam minggu ini sesuai dengan permintaan mereka. “Nantilah pas habis Januari kita closing, kita lapor ke biro kemahasiswaan,” ujarnya.

Lalu Amiruddin juga mengatakan bahwa tes swab dan vaksin dengan dosis dua kali menjadi persyaratan tambahan untuk memenuhi berkas yang diperuntukkan untuk memasuki asrama USK. Puskesmas Kopelma Darussalam juga melayani tes swab secara gratis, jika puskesmas tutup maka dapat dilakukan di rumah sakit.

“Kalau di rumah sakit kan buka 24 jam, kalau di situ (puskesmas) kan terbatas, mungkin siang kek gini orangnya udah pulang. Pokoknya kalau datang pagi saya suruh ke situ untuk swab,” katanya.

Amiruddin juga berharap bahwa mahasiswa KIP-K ini yang merupakan mahasiswa kurang mampu berprestasi supaya dapat kita jaga bersama-sama sehingga mereka juga bisa belajar sebagaimana mahasiswa lainnya dengan uang KIP-K yang terbatas.

Ia juga mengatakan bahwa tahun ini uang saku yang mahasiswa KIP-K peroleh sebesar 1.250.000 per bulan dan per semester sebesar 7.250.000. “Yang penting anak-anak ini kan bisa berorganisasi, mereka kan nanti jadi pilar dalam masyarakat, apalagi kan ini anak-anak orang jauh. Makanya sama mereka lah titip harapan apa yang dilihat di sini dibawa ke daerahnya dan semua perubahan menuju ke arah yg lebih baik,” pungkasnya. []

Editor: Hijratun Hasanah