
Siaran Pers | DETaK
Darussalam– Tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bakti Sosial Pembangunan Desa (BSPD) Universitas Syiah Kuala (USK) yang terdiri dari 50 mahasiswa berangkat menuju lokasi terdampak di Gampong Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Sebelum keberangkatan, tim mendapat pengarahan dari Pembina UKM BSPD USK, Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng, yang memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh anggota tim.
Dalam sesi briefing, Freddy menyampaikan harapan besarnya terhadap program ini.

“Harapannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak nyata bagi Masyarakat Gampong Lampahan Timur dalam pemulihan dampak bencana dan meningkatkan ketangguhan Masyarakat dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pembekalan ini menjadi bekal moral dan teknis bagi tim mahasiswa yang akan mengabdi di Gampong Lampahan Timur dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan penguatan ketahanan bencana.
Serangkaian kegiatan dilanjutkan di Gampong Lampahan Timur mulai dari sosialisasi kegiatan yang dilakukan pada tanggal 8 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan tahap awal dari program pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir Desember 2025.
Sosialisasi dihadiri oleh perangkat desa termasuk Kepala Desa (Reje) Fadli, Sekretaris Desa Muhammad Iqbal, Kepala Dusun Andi dan sejumlah masyarakat. Meskipun kondisi Meunasah Al Aqsa masih menunjukkan dampak bencana dengan kerusakan fisik yang signifikan, semangat untuk bangkit dan membangun kembali terlihat jelas dari antusiasme para perangkat desa dan masyarakat yang hadir.
Ketua UKM BSPD, Rafi Gustian Ridho Hidayat, memaparkan rangkaian program yang akan dilaksanakan kedepan.
“Kami akan melaksanakan beberapa program utama yang relevan dalam mendukung pemulihan dampak bencana di Gampong Lampahan Timur. Dalam setiap kegiatan kami juga sangat mengharapkan keterlibatan masyarakat secara aktif guna terciptanya tranfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembelajaran bersama antara mahasiswa dan Masyarakat di Lampahan Timur,” jelasnya.
Program-program tersebut yaitu pemetaan geospasial berbasis teknologi Sistem Informasi Geografis, yang akan menghasilkan peta rawan bencana, peta tutupan lahan, jalur evakuasi, serta peta administrasi desa. Pemetaan sumber air bersih untuk mengidentifikasi akuifer bawah permukaan sebagai informasi sumber air bersih. pengembangan sumber air bersih berbasis tenaga surya dan Internet of Things (IoT). Program edukasi kebencanaan seperti edukasi mitigasi bencana, edukasi ketahanan sosial-ekonomi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana, termasuk ketahanan pangan dan perencanaan logistik keluarga saat kondisi darurat. Program terakhir adalah pendampingan pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (POKDARNA) dan mendorong penyusunan qanun gampong tentang mitigasi bencana agar terciptanya regulasi mitigasi bencana dalam menciptakan ketangguhan terhadap bencana di tingkat gampong.
Kepala Reje Gampong Lampahan Timur, Fadli, menyambut baik kehadiran tim UKM BSPD USK yang berjumlah 50 orang dari berbagai disiplin ilmu.
“Kami sangat berterima kasih kepada UKM BSPD yang bersedia mengabdi di desa kami yang juga terdampak bencana. Program-program yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan kami dalam pemulihan pascabencana,” ungkapnya.
Kepala Desa juga menyampaikan komitmen penuh dari Pemerintah Gampong Lampahan Timur untuk mendukung kelancaran program dengan menunjuk Sekretaris Desa dan Kepala Dusun sebagai koordinator lapangan, serta membuka komunikasi untuk segala kebutuhan dan kendala yang mungkin dihadapi selama program berlangsung. Kegiatan UKM BSPD USK ini juga akan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintahan Bener Meriah dan Lembaga terkait lainnya.[]
Editor: Cut Irene Nabilah









