Beranda Buku Untukmu, Anak Bungsu: Curahan Hati yang Dituangkan Lewat Tulisan

Untukmu, Anak Bungsu: Curahan Hati yang Dituangkan Lewat Tulisan

BERBAGI
Buku Untukmu, Anak Bungsu (Davina Dara Meisya [AM]/DETaK)


Resensi | DETaK

Judul: Untukmu, anak bungsu: Si Ahli Memendam Luka

Penulis: Hidya Hanin

Iklan Souvenir DETaK

Penerbit: Mediakita

Tanggal terbit: 1 Mei 2025

Panjang/Lebar buku: 19.0/13.0 cm

Tebal buku: 156 halaman

Berat buku: 0.14 kg 

ISBN: 978-979-794-831-3

Harga: Pulau Jawa Rp72.000

Tentang Penulis

Penulis bernama Hidya Hanin, ia seorang perempuan yang lahir dan besar di pelosok Yogyakarta. Dalam buku ini, Hidya mengatakan bahwa dia adalah sosok yang tidak pandai bercerita, menganggap dirinya jarang diberi ruang untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Tulisan adalah tempat ia bercerita. Layaknya penulis sejati, ia menulis bukan hanya sekedar untuk dibaca, tapi ia menulis karena ia perlu menulis. 

Dari sebelum buku ini terbit, Hidya sudah terlihat aktif membagikan tulisannya melalui Instagram dan Tiktok di @cerita.bentar. Di media sosial, Hidya menuangkan kisah-kisah sederhana tentang kehidupan manusia yang menyimpan makna mendalam. Terutama, ia menuliskan tentang bagaimana seorang anak sebenarnya butuh dipahami dan dukungan dari orang tua. Dari tulisannya, kita seolah diajak menyadari bahwa setiap anak memikul beban dan tanggung jawabnya masing-masing, baik itu anak tunggal, sulung, tengah dan bungsu. Hidya menuliskan semuanya dengan hati yang tulus dan perasaan yang hangat sehingga para pembaca yang relate juga merasa tersentuh saat membaca setiap karyanya. 

Sinopsis Buku

Buku “Untuk, anak bungsu: Si Ahli Memendam Luka” ini berisikan curahan hati anak bungsu yang menyimpan banyak keluh kesah. Di balik sosoknya yang kerap dipandang paling manja, si bungsu justru sangat ahli dalam memendam luka karena tidak memiliki ruang untuk bercerita. Anak bungsu yang dianggap paling disayang, nyatanya mudah merasakan kesepian dan terlupakan, terutama ketika orang tua mulai menua dan kakak-kakaknya sibuk dengan kehidupan masing-masing. 

Disini kita dapat melihat bagaimana si bungsu menyimpan ketakutannya. Terkadang, ia juga harus mengalah dengan menyimpan semua mimpi-mimpinya demi mewujudkan mimpi-mimpi keluarga. Jika bisa memilih, anak bungsu ini tidak mau dilahirkan sebagai anak bungsu. Tapi, ia juga tidak ingin lahir sebagai anak sulung, anak tengah, maupun anak tunggal. Ia hanya ingin terlahir menjadi anak yang diberi kebebasan untuk berusaha, bercerita, serta bisa diharapkan tanpa harus dikekang. Pada akhirnya, semua bukan tentang siapa yang menanggung beban lebih berat, tapi tentang siapa bisa berusaha keras untuk selalu menjadi kuat. 

Tentang Buku

Buku “Untukmu anak bungsu: Si Ahli Memendam Luka” ini merupakan karya nonfiksi reflektif yang berisi kumpulan tulisan dan curahan hati anak bungsu dalam menghadapi kehidupannya. Buku ini memiliki genre self-improvement, yang artinya dapat membantu pembaca, terutama anak bungsu dalam mengenal diri dan memahami perasaannya. Ada beberapa poin yang dapat kita ambil dari buku ini yakni:

1. Si bungsu tidak seharusnya dipandang remeh hanya karena dianggap paling manja, sebab setiap anak punya beban dan tanggung jawab masing-masing. 

2. Si bungsu perlu dipercaya, bukan selalu harus dituntun setiap langkah hidupnya, ia juga punya mimpi yang ingin diwujudkan. 

3. Si bungsu pun memiliki ketakutan, mulai dari tuntutan menjadi lebih baik dari kakak-kakaknya hingga menjadi yang terakhir membanggakan orang tua. 

4. Si bungsu juga perlu didengar, ia ingin menceritakan apa yang sebenarnya ia rasakan tanpa diremehkan. 

Pada intinya, para pembaca diajak untuk melihat isi hati dan pikiran seorang anak bungsu yang lelah. Dia sering dianggap anak kecil yang tidak boleh ikut campur, tapi dituntut untuk peduli dengan segala hal saat ia tumbuh dewasa. 

Kelebihan dan Kekurangan Buku

Buku ini menjadi salah satu buku yang ringan untuk dibaca, karena ditulis dengan gaya sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, setiap tutur kata yang ditulis oleh Hidya juga sangat menyentuh hati, terutama bagi pembaca yang sedang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Meski buku ini fokus dengan sudut pandang anak bungsu, isinya juga bisa relevan bagi siapa pun. Bisa dikatakan, buku ini pesannya personal tapi universal, karena semua intinya tentang rasa ingin dimengeri, diterima dan dicintai.

Di balik semua tulisannya yang terasa emosional, buku ini tidak akan cocok dengan pembaca yang lebih suka gaya tulis logis atau teoritis karena buku ini penuh dengan perasaan. Lalu, isi antar bab juga terasa berulang, karena hanya fokus pada perasaan anak bungsu dengan pesan yang sama dan kurang memberikan variasi situasi. Selain itu, buku self-impovement ini mungkin diharapkan dapat memberi sedikit teori psikologi atau tips, agar curahan yang dituangkan tidak berhenti sampai ungkapan emosi saja, melainkan menjadi dorongan untuk bertumbuh. 

Penulis bernama Davina Dara Meisya, Mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala

Editor: Amirah Nurlija Zabrina