Safinaz Olvia | DETaK
Darussalam- Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Syiah Kuala (USK) tahun 2022 mengalami beberapa kendala seperti penundaan Pemira, terkait hal tersebut, calon anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) USK 2022 menanggapi persoalan tersebut.
Habibi, salah satu perwakilan calon DPMU dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengatakan penundaan Pemira merupakan hal yang normal. Namun, terkait penundaan tahun ini seperti tidak ada informasi yang jelas dari pihak KPR.

“Tanggapan saya pribadi mengenai penundaan Pemira ini sebenarnya normal, biasa saja, karena yang namanya Pemira dan penundaan itu memang kadang sering terjadi. Namun, terkait penundaan tahun ini seperti tidak ada informasi yang jelas, apalagi dari pihak KPR sendiri tidak menyebarkan informasi disalah satu platform mereka yaitu di Instagram (IG). Dari tanggal-tanggal yang sudah mereka buat yang di IG dan terhadap perubahan-perubahan yang ada itu tanggalnya tidak diperbahurui, masih menggunakan jadwal yang lama dari situ sebenarnya sudah ada sedikit kekecewaan pada saya pribadi,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp pada tanggal 17 Maret 2022.
Kemudian ia juga menambahkan bahwa KPR sudah mulai hilang kabar dan membuat para calon anggota DPMU bingung.
“Lalu yang kedua setelah penilaian mengaji untuk DPMU itu, KPR sudah mulai hilang kabar dan sampai hari ini untuk IG KPR sendiri tidak ada kabar terbaru dan kami sebagai calon DPMU tentu bertanya-tanya apa yang terjadi, kapan jadwal wawancara selanjutnya. Dan yang mengecewakan lagi adalah setelah kami tes ngaji sudah ada sekitar waktu cukup lama hingga sekarang nilai untuk ngaji belum diumumkan atau belum dicantumkan di IG KPR sehingga kami para anggota calon DPMU juga bingung bagaimana nilai kami, lalu kabar wawancara belum diberikan, jadwal baru belum diberikan seperti itu kekecewaan saya,” lanjutnya.
Selanjutnya perwakilan calon DPMU dari FKIP juga sudah mencoba menyambangi sekretariat KPR untuk menanyakan kejelasan terkait lanjutan dari tahap seleksi DPMU serta mereka berharap untuk kedepannya KPR lebih aktif dan lebih menyemarakkan mengenai penyebaran informasi.
“Karena dari IG KPR tidak ada status terbaru kami sudah mencoba untuk melihat dari pada sekret KPR dan sepertinya sekret KPR itu jarang sekali ada orang didalamnya jarang sekali ada anggota KPR yang ada disekret terlihat dari pintunya yang selalu tertutup dan disitu kami anggota calon DPMU juga bingung kemana harus bertanya mengenai ini, untuk harapan saya kedepannya mungkin dari pihak KPR lebih aktif dan lebih menyemarakkan mengenai penyebaran informasi dan jangan seperti tahun ini dimana informasi itu sangat terbatas sekali. Dan harapan saya seperti yang tadi mungkin dari anggota KPR sendiri lebih aktif untuk menyebarkan informasi atau mengapa ditunda seperti itu, jadi para calon DPMU juga bisa mempersiapkan kematangan-kematangan agar bisa terpilih nantinya,” pungkasnya.
Sedangkan dengan Naufal Darisfi, calon DPMU dari Fakultas Hukum menggatakan bahwa penundaan Pemira kali ini KPR pastinya memiliki alasan sendiri, dan juga ia menggatakan semua isu yang beredar patut menjadi evaluasi bagi semua pihak yang terlibat dalam Pemira USK 2022.
“Menanggapi terkait penundaan pemira kali ini tentunya KPR memiliki alasan sendiri sehingga pemira kali ini tertunda, dan harapan saya KPR bisa menyelesaikan tugas mereka dengan tuntas dan proses-proses Pemira kali ini akan terlaksanakan dengan lancar semoga hal-hal yang belum terselesaikan oleh KPR dapat diselesaikan, maka Pemira tahun ini akan berlangsung sebagaimana mestinya. Terlepas dari salah dan benar, semua isu yang beredar patut menjadi evaluasi bagi semua pihak yang terlibat dalam Pemira USK 2022. Pertama, bagi KPR isu ini bisa dialihkan menjadi medium pembuktian profesionalitas penyelenggara Pemira dan juga sebaliknya seluruh mahasiswa melaksanakan salah satu fungsi mahasiswa yang berdalil social control,” ujar Naufal.
Naufal juga menambahkan kepada para mahasiswa yang terlibat dalam Pemira harus menahan diri untuk tidak memperburuk situasi, dan ia mengharapkan kepada KPR kedepannya yang terpilih agar mampu bekerja keras, bekerja sehat dan bekerja tuntas.
“Selanjutnya kepada para mahasiswa yang terlibat dalam kompetisi pemira harus menahan diri dari tindakan ceroboh yang bisa memperburuk situasi. Publik sudah menyadari bahwa pemira hampir bisa disamakan dengan laga big match pertandingan sepak bola. Atmosfer panas yang tersaji hanya akan melukai prinsip fairplay apabila tidak ada yang mendinginkan suasana. Harapan besar kepada KPR kedepannya terpilih agar mampu bekerja keras, bekerja sehat, dan bekerja tuntas. Utamanya dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemira tahun 2023 secara demokratis, berintegritas,”pungkasnya. []
Editor: Aisya Syahira






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


