Nadiatun Mutmainnah | DETaK
Darussalam – Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) telah menetapkan nomor urut 3, RA Valdhize Afdhel Chamdezine sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP pada Senin, 14 Maret 2022. Sidang penetapan disiarkan melalui postingan akun Instagram resmi KPR FKIP USK, yaitu @kprfkipusk_2022.
Beberapa mahasiswa FKIP USK yang turut berpartisipasi dalam Pemira menyampaikan harapannya kepada kandidat yang terpilih sebagai Ketua BEM FKIP 2022.

Muhammad Ridhaul Ilmi, mahasiswa FKIP Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2019 berharap Ketua BEM terpilih ramah dengan mahasiswa serta membawa perubahan yang baik untuk FKIP ke depannya.
“Harapan aku sih bisa menjadi pemimpin yang ramah dengan mahasiswa dan mampu menampung aspirasi mahasiswa FKIP serta membawa dampak yg baik untuk FKIP USK ke depannya,” ungkapnya.
Sauqi Aulia, mahasiswa FKIP angkatan 2019 berharap agar Ketua BEM terpilih dapat mengembangkan aspirasi mahasiswa.
“Baik harapan saya bagi Ketua BEM FKIP ke depannya adalah lebih ramah dan ikut menyukseskan setiap kegiatan yang dilaksanakan di dalam kampus, bisa menjalankan visi misi yang telah dicantumkan, serta dapat membawa FKIP menuju kampus terdepan, dapat lebih mengembangkan aspirasi mahasiswa dalam era sekarang,” ujarnya.
Lisma Julianti, mahasiswa FKIP Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2021 berharap agar bisa menjadi pelopor dari suara mahasiswa.
“Harapan saya untuk ketua BEM FKIP terpilih nantinya bisa menjadi pelopor dari suara mahasiswa serta menjalankan tugas dengan penuh amanah dan penuh tanggung jawab sesuai dengan visi misi yang telah dijabarkan saat kampanye kemarin,” tutur Lisma.
Berbeda dengan yang lain, Rifky Rivanda mahasiswa Prodi Ekonomi berharap agar BEMF dan DPMF bisa bekerja sama dalam segala bidang.
“Harapannya ya, tentu menjadikan FKIP ke depannya bisa lebih baik dan mendengarkan harapan-harapan mahasiswa, tidak mengambil keputusan sendiri. Dan juga mahasiswa dapat menjadikan BEMF ini sebagai wadah untuk mengembangkan potensi yang ada di mahasiswa itu sendiri baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Dan ini mungkin harapan terbesarnya, BEMF tahun ini dapat berkerja sama dengan DPMF untuk menuntaskan masalah yang dari tahun ke tahun belum bisa diselesaikan yaitu masalah anggaran yang tidak menyeluruh didapatkan oleh setiap ormawa FKIP,” tuturnya.[]
Editor: Della Novia Sandra










