Beranda Headline Anarkisme di Kampus: Sebagian Gedung FP dan Laboratorium Terbakar

Anarkisme di Kampus: Sebagian Gedung FP dan Laboratorium Terbakar

BERBAGI
Kondisi Gedung D fakultas pertanian yang dilempari batu dan bom molotov saat bentrok terjadi. 21/05/2026 (Sara Salsabila/ DETaK)

Sara Salsabila | DETaK

Darussalam-Aksi anarkisme kembali terjadi di Universitas Syiah Kuala (USK), aksi ini dilaporkan terjadi pada jam 00.42 WIB tanggal 21 Mei 2026. Akibatnya sebagian Gedung di Fakultas Pertanian (FP), laboratorium, dan pos satpam mengalami kerusakan parah dan kebakaran dalam aksi ini.

Aksi ini mulai kondusif menjelang pagi. Dilaporkan ada 6 unit mobil pemadam kebakaran yang dikirim untuk memadamkan api beserta dengan pihak kepolisian.

Iklan Souvenir DETaK

SR dan SH (inisial), mahasiswi Program Studi Agroteknolgi menyampaikan bahwa mereka sangat menyayangkan aksi yang terjadi dan merusak fasilitas kampus.

“Sejujurnya kami merasa sedih, apalagi ada beberapa penelitian yang tidak bisa dilanjutkan karena kerusakan fasilitas, jadwal-jadwal kelas juga harus disusun ulang karena kejadian ini,” ujar SH.

Mahasiswa merasa dirugikan akibat ulah segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab tetapi dampak yang ditimbulkan dirasakan oleh mahasiswa pertanian.

“Kejadian ini sangat merugikan, padahal yang bersalah itu hanya beberapa orang tapi dampaknya ke seluruh mahasiswa karena fasilitas kampus juga dirusak oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Praktikum dan jadwal kelas menjadi terganggu dan harus diatur ulang, sebagai mahasiswa saya merasa ini tidak adil karena kami disini juga bayar,” ungkap SR.

Ramli, satpam yang bertugas jaga tadi malam menyampaikan bahwa kejadian pertama terjadi sekitar jam 00.00 WIB saat massa berkumpul, namun pihak satpam tidak mengetahui penyebab pasti keributan tersebut tetapi massa berhasil dibubarkan oleh Kapolsek.


“Sekitar jam 00.00 massa berkumpul di depan Gedung kami tidak tau ada cekcok apa antara massa, tetapi massa tersebut berhasil diamankan oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Situasi dikabarkan mulai ricuh pada jam 04.42 dini hari saat massa berusaha menerobos pagar gedung Fakultas Pertanian dan mulai melempar batu dan bom Molotov. Ramli memaparkan bahwa massa kemudian melemparkan bom molotov yang menyebabkan api masuk ke dalam pos. Ia dan rekannya, Firdaus, terpaksa menyelamatkan diri melalui jendela belakang di tengah hujan lemparan batu

“Jam 04.42 pagi, saya mengintip dari dalam pos satpam ternyata massa sudah berusaha menerobos pagar, melempari batu, dan bom Molotov, kami memutuskan menutup pintu pos satpam, kunci pintu, matikan lampu. Tapi semua kaca habis pecah kena lemparan batu, lalu Bom molotov dilempar, api masuk ke dalam, pos kami terbakar. Kami keluar lewat jendela belakang sambil terus dilempari batu,” tambahnya.

Menurut keterangan Ramli, massa yang melakukan aksi serangan ke Fakultas Pertanian sekitar 100 orang lebih, ia mengungkapkan bahwa seluruh gedung mengalami kerusakan parah hingga ke bagian belakang, dan situasi baru mulai kondusif sekitar pukul 05.00 dini hari setelah massa berangsur membubarkan diri.

“Ada sekitar 100 orang lebih yang menyerang, gedung-gedung semua rusak kacanya akibat dilempar batu dan bom Molotov, Gedung bagian belakang juga rusak, sekretariat FP juga kena,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa unit pemadam kebakaran baru tiba setelah pukul 05.00 WIB dini hari dan terlambat memadamkan api akibat tidak adanya pihak yang menghubungi damkar sejak awal kejadian sehingga gedung yang terbakar terlambat ditangani.[*]

Editor: Zikni Anggela