
Masya Pratiwi & Zarifah Amalia | DETaK
Darussalam-Elemen masyarakat aceh yang digerakkan oleh komunitas solidaritas rakyat aceh menggelar aksi unjuk rasa atas peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan, salah satu masyarakat pada aksi demo Jakarta kemarin. Aksi ini dilakukan pada Jumat 29 Agustus 2025 di Kapolda Aceh.
Massa aksi sampai di lokasi pada pukul 11.05 WIB di depan gerbang Polda Aceh. Massa memulai aksinya dengan mengheningkan cipta atas korban yang wafat pada aksi demo di Jakarta kemarin malam. Kemudian masaa mulai menyampaikan aspirasinya atas kekecewaan masyarakat terhadap tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum instansi Kepolisian.

Adapun tuntutan pada aksi solidaritas ini adalah:
- mengecam tindakan represivitas dan brutalitas yang dilakukan instansi kepolisian
- menuntut pihak kepolisian bertanggung jawab penuh terhadap keluarga korban dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembunuhan terhadap rakyat.
- mendesak presiden republik indonesia untuk mencopot kapolri dan kapolda metro jaya.
Untuk tuntutan di lingkup Aceh, masyarakat meminta untuk Kapolda dan pihak Polresta Aceh untuk mencabut status tersangka 4 demonstran yang melakukan aksi pada Agustus 2024 silam.
Salah satu orator, Rivaldi mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja dan sikap dari aparat Kepolisian.
“Yang katanya humanis, mengayomi tapi aksi nyata yang diimplementasikan ke masyarakat mereka jauh dari kata tersebut. Di mana letak hati nuraninya,” ujarnya.
Kapolda Aceh, Brigjen Marzuki mengungkapkan bahwa untuk tunutan ke pusat akan diteruskan melalui surat dan terkait isu pemuda Aceh akan ditindaklanjuti paling lama satu bulan ke depan.
“Untuk tuntutan dari sa sampe lhe, loen kirem surat enteuk bahwa tuntutan di sinoe poin jih munoe,” ungkapnya.
Aksi solidaritas ini diakhiri dengan mengheningkan cipta mengirim doa untuk Affan Kurniawan dan untuk seluruh rakyat yang turut menjadi korban.[]
Editor : Amirah Nurlija Zabrina









