Artikel | DETaK
Semenjak pandemi berlangsung, kebanyakan aktivitas mulai dilaksanakan secara virtual, termasuk para mahasiswa yang hampir setiap hari menghabiskan waktu di depan layar laptop atau ponsel demi mengikuti perkuliahan melalui Zoom Meeting atau aplikasi video conference lainnya. Hal ini menyebabkan kelelahan secara fisik dan mental, kekhawatiran, kejenuhan hingga sulit untuk berkonsentrasi. Kondisi inilah yang disebut dengan zoom fatigue.
Zoom fatigue adalah diagnosis tidak resmi yang lahir dan meningkat tinggi sejak pandemi Covid-19. Maka dari itu, untuk mencegah dan menghindari masalah ini, simak beberapa pembahasan untuk mengatasi zoom fatigue.

Apa penyebab zoom fatigue?
1. Ingin berpenampilan baik
Saat seseorang melihat dirinya sendiri itu memunculkan prasangka sedang diawasi, karena hal itu membuatnya ingin terus berpenampilan dengan baik hingga tidak bebas bergerak, dan hal ini dapat membuat seseorang tertekan, tegang, hingga stres.
2. Membutuhkan konsentrasi yang tinggi
Seseorang memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi untuk menyerap informasi dibandingkan ketika komunikasi secara langsung. Selain itu, ada lebih banyak gangguan-gangguan di sekitar yang terkadang membuat seseorang gagal untuk fokus pada kegiatannya.
Lalu, bagaimana cara mencegah dan mengatasi zoom fatigue?
1. Istirahat cukup
Usahakan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup, manfaatkan waktu luang dengan mengistirahatkan mata dari layar digital atau lebih baik memejamkan mata selama 20-30 menit sebelum kembali melakukan video conference.
2. Bergerak
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pertemuan secara virtual dapat membuat seseorang tidak bebas bergerak. Maka dari itu cobalah matikan layar atau off camera untuk sementara, dan mulai lakukan perenggangan atau olahraga untuk sesaat. Karena dengan bergerak atau olahraga, dapat membantu melepaskan hormon endorphin untuk mencegah stres.
3. Matikan kamera jika tidak diwajibkan
Mematikan kamera dipercaya dapat membantu seseorang untuk lebih fokus dan memusatkan konsentrasinya. Selain itu, seseorang dapat bebas menggerakkan tubuhnya tanpa perlu memikirkan prasangka sedang diawasi.
4. Singkirkan hal-hal yang dapat menganggu konsentrasi
Agar tetap fokus, mulailah dengan mengunci pintu kamar, mematikan deringan ponsel atau hal-hal lain yang sekiranya dapat merusak atau menganggu konsentrasi. Hal ini dikarenakan ketika sedang melakukan sesuatu kemudian terganggu, tingkat kefokusan atau pikiran akan terbagi yang kemudian akan membuat kita semakin lelah.
Penulis bernama Aisya Syahira, mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan 2021. Ia juga merupakan anggota magang UKM Pers DETaK.
Editor: Teuku Muhammad Ridha


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-238x178.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-238x178.png)


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


