Beranda Artikel Tidur Setelah Sahur, Yakin Nggak Bahaya?

[DETaR] Tidur Setelah Sahur, Yakin Nggak Bahaya?

BERBAGI
Ilustrasi. (Yaumil/DETaK)

Artikel | DETaK

Saat bulan puasa tiba, orang-orang mengalami siklus tidur berbeda. Kebiasaan tidur setelah sahur pun banyak dilakukan oleh orang-orang berpuasa. Namun, apakah tidur setelah sahur tidak berdampak apapun terhadap tubuh kita?

Faktanya, tidur setelah sahur dapat membahayakan tubuh kita nih Sobat DETaK. Dalam Islam pun, tidur setelah sahur juga sangat tidak dianjurkan. Dikutip dari um-surabaya.ac.id, Pakar Kesehatan sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya Dede Nasrullah mengatakan bahwa kebiasaan tidur setelah sahur dapat menyebabkan refluks asam Gastro-Esophageal Reflux Disease (GERD).

Iklan Souvenir DETaK

Selain GERD, berikut beberapa dampak dari tidur setelah sahur yang harus Sobat DETaK ketahui:

  1. Serangan Jantung

Dede Nasrullah juga mengungkapkan oang yang mengkomsumsi makanan berat dan langsung tidur  akan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Apabila tekanan darah tak kunjung menurun dan berlangsung dalam waktu yang lama, hal ini dapat meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya.

2.Obesitas

Profesor dari Missouri State University, Jeremy Barnes menjelaskan bahwa ketika orang tidur, terjadi peningkatan kadar hormon grehlin yang menimbulkan munculnya rasa lapar ketika bangun. Kalau Sobat DETaK menerapkan hal ini saat puasa, tentu berat badan akan berangsur naik dan sulit turun. Terlebih seseorang dengan riwayat keluarga yang obesitas, kebiasaan tidur setelah sahur akan berkali-kali lipat berisiko mengalami kelebihan berat badan.

  1. Stroke

Sebuah penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Loannina Yunani yang diikuti sekitar 500 peserta mengatakan bahwa tidur setelah sahur dapat menyebabkan peningkatan risiko stroke.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur setelah 4-5 jam makan memiliki risiko lebih rendah terkena stroke. Sementara orang yang langsung tidur setelah sahur resiko strokenya tinggi  Ketika tubuh bekerja keras mencerna makanan maka ada kemungkinan terjadinya peningkatan tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol. Hal ini dapat mengarah pada peningkatan risiko stroke.

  1. Asam Lambung

Tidur setelah sahur bisa mengganggu kerja saluran pencernaan karena bisa membuat asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Hal ini bisa menyebabkan masalah pada saluran pencernaan bagian atas. Pemaparan ini diungkapkan oleh dokter gastroenterologi hepatologi, Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia.

  1. Sembelit

Dikutip dari hellosehat.com, tidur setelah sahur akan memperlambat proses pencernaan sehingga makanan akan terlalu lama berdiam diri dalam perut. Timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit. Hal itu dikarenakan usus akan menyerap banyak cairan dari feses sehingga membuat feses jadi kering dan padat.

Nah, sekarang Sobat DETaK sudah tahu kan beberapa dampak yang terjadi pada tubuh kita jika menerapkan kebiasaan tidur setelah sahur. Supaya tak langsung tidur setelah sahur, Sobat DETaK dapat melakukan ibadah sebagai gantinya seperti berzikir atau membaca Al-Qur’an.[]

Editor: Refly Nofril