Artikel | DETaK
Emosi diartikan sebagai reaksi tubuh terhadap situasi tertentu. Biasanya berkaitan dengan aktivitas berfikir atau kognitif sebagai intensitas perasaan yang dihasilkan dari persepsi terhadap situasi yang terjadi. Emosi merupakan aspek yang memiliki pengaruh besar terhadap sikap atau perilaku manusia, yang dibarengi oleh dua aspek lainnya yaitu adanya daya pikir (kognitif) dan psikomotorik (konatif). Emosi sering dikenal sebagai aspek afektif karena merupakan penentuan sikap yang menjadi salah satu predisposisi dari perilaku manusia.
Salah satu definisi akurat tentang pengertian emosi diungkap oleh Prezz (1999), seorang EQ organizational consultant dan pengajar senior di Potchefstroom University dari Afrika Selatan secara tegas mengatakan bahwa emosi ialah suatu reaksi tubuh dalam menghadapi situasi tertentu. Sifat dan intensitas emosi biasanya berkaitan erat dengan aktivitas kognitif (berpikir) manusia sebagai hasil persepsi terhadap situasi.

Emosi seringkali menjadi penghambat individu tidak melakukan perubahan. Adanya perasaan takut dengan yang akan terjadi, rasa cemas, rasa khawatir, dan ada pula rasa marah karena adanya perubahan menjadi penyebab individu tidak mengubah polanya untuk berani mengikuti jalur menuju jenjang kesuksesan. Hal ini juga menjelaskan mengapa banyak orang yang sukses akhirnya merasa terlalu puas dengan kondisinya, selanjutnya takut untuk melangkah lebih jauh dan akhirnya menjadi orang yang gagal.
Pada prinsipnya, emosi menggambarkan perasaan manusia dalam menghadapi berbagai situasi yang berbeda. Oleh karena itu, emosi adalah reaksi manusiawi terhadap berbagai situasi nyata, maka sebenarnya tidak ada emosi baik atau emosi buruk. Berbagai buku psikologi yang membahas masalah emosi seperti yang dibahas Atkinson (1983) membedakan emosi ke dalam 2 jenis, yaitu emosi menyenangkan dan emosi tidak menyenangkan. Secara garis besar, emosi digolongkan menjadi dua, yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif ialah berupa rasa bahagia, senang, gembira, dan cinta. Sedangkan emosi negatif ialah seperti rasa takut, marah, sedih, dan cemas.
Emosi memiliki peran yang sangat penting dalam proses interaksi dan pengembangan diri. Kebanyakan orang mengabaikan adanya emosi dalam dirinya sendiri dan orang lain, hal ini akan mengakibatkan menurunnya kecerdasan manusia secara emosional. Emosi merupakan suatu hal yang mampu berkembang pada diri individu mulai dari anak-anak hingga tumbuh dewasa. Sobur (2003) menyatakan bahwa suatu fungsi psikis, seperti halnya emosi, selain diperoleh dari lahir juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Emosi merupakan sesuatu yang berkembang, pada anak kecil terdapat beberapa emosi dasar yang kemudian akan berkembang menjadi emosi yang lain.
Watson (Sobur, 2003) mengungkapkan bahwa pada dasarnya masa anak-anak memiliki tiga bentuk emosi dasar, yaitu:
1. Fear, emosi ini akan berkembang menjadi kecemasan (anxiety).
2. Rage, nantinya berkembang menjadi emosi marah (anger).
3. Love, ke depannya akan berkembang menjadi simpati.
Syamsudin (2004) menggolongkan bentuk-bentuk emosi sebagai berikut:
- Amarah : mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan dan kebencian patologis.
- Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihani diri, kesepian, ditolak, putus asa, dan kalau menjadi patologis, depresi berat.
- Rasa Takut : cemas, takut, gugup, khawatir, was-was, waspada, sedih, tidak tenang, ngeri, kecut; sebagai patologi, fobia dan panik.
- Kenikmatan : bahagia, gembira, ringan, puas, riang, senang, terhibur, bangga, kenikmatan indrawi, rasa terpesona, rasa puas, rasa terpenuhi, kegirangan luar biasa, senang sekali, dan batas ujungnya, mania.
- Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, kasih.
- Terkejut : terkejut, terkesiap, takjub, terpana.
- Jengkel : hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, mau muntah.
- Malu : rasa bersalah, malu hati, kesal hati, sesal, hina, aib, dan hati hancur lebur.
Emotional behavior dapat menciptakan rasa empati dengan kehidupan mental yang luas. Emosi merupakan kategori yang dikonstruksi secara sosial yang melayani tujuan manusia. Apa yang umumnya dianggap sebagai dukungan utama untuk gagasan emosi dasar ialah adanya ekspresi wajah sebagai kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, kemarahan, jijik, terkejut, dan lainnya. Ekspresi emosional membantu individu mengkomunikasikan kebutuhannya kepada orang lain dan sebaliknya dalam memahami kebutuhan orang lain. Emosi juga memberikan petunjuk yang bermanfaat ketika harus membuat suatu keputusan yang cepat.
Pada hakikatnya, manusia merupakan makhluk yang memiliki rasa dan emosi. Kehidupan diwarnai dengan emosi dan berbagai macam perasaan. Manusia akan sulit menghadapi hidup secara optimal tanpa memiliki emosi, karena emosi dan rasa telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. Oleh karena itu, pemahaman tentang emosi sangatlah penting sebab akan dapat memberikan dampak positif dalam mengontrol suatu emosi dalam diri. []
Penulis bernama Lizatul Amna, mahasiswa Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Syiah Kuala angkatan 2018.
Editor: Muhammad Abdul Hidayat


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-238x178.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-238x178.png)


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


