Artikel | DETaK
Dalam literatur sejarah, kebudayaan dan peradaban Islam akan banyak dijumpai pelbagai khazanah ilmu yang berkembang dan dikembangkan pada masa itu, mulai dari ilmu alamiah (al-‘ilm ath-thabi’i) hingga ke khazanah pengkajian ilmu agama Islam (dirasat i’lmiah al–islamiyah) itu sendiri.
Dari kitab Tarikh Khulafaur Rasyidin era Khalifah Utsman Ibn Affan Ibn Abi al-Ash Ibn Umayyah r.a, yakni khalifah ke III, bernasab al-Qurasyi al-Umawi, perkembangan ilmu pengetahuan mulai sangat terasa di mana ilmu itu lahir dari buah fikir berlandasakan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, yakni empat budaya ilmu Islam klasik yaitu ilmu kalam (tawheed), ilmu fiqih, ilmu tasawuf, dan ilmu akal (al-‘ilm al-‘aql) sebagai bias interaksi lintas budaya.

Al-‘ilm al-‘aql yang lazim disebut sebagai ilmu berpikir atau akal, yang dalam perkembangannya bangsa Arab juga menyerap istilah “philo” dan “sophia” dalam bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Maka dikenal pula al-‘ilm al- ‘aql dengan sebutan al-falasifah, karena memang tidak pernah dikenal sebelumnya istilah filsafat dalam kaidah bahasa Arab.
Dalam perkembangannya, ilmu kalam dan ilmu fiqihlah yang banyak melahirkan perspektif baru dengan gagasan yang beragam atau mazhab. Sehingga mazhab bisa disebut sebagai metode menuju kepada jalan ilahi.
Asy-Syaikh Al-Buthi r.a berkata, “Bermazhab (al-madzhabiyah) adalah bertaklidnya seorang awam atau seorang yang belum mencapai derajat mujtahid, kepada madzhab seorang imam mujtahid, baik secara konsisten dengan satu imam saja maupun berganti-ganti dari satu imam ke imam lainya. Sedangkan anti mazhab (al-lamadzahabiyah) adalah tidak taklidnya seorang awam, atau seorang yang belum mencapai derajat mujtahid.”
Merujuk kepada Sabda Rasul SAW yang masyhur, “Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, dan Nasrani terpecah menjadi 72 golongan dan umatku terpecah menjadi 73 golongan.” (HR. Imam Ahmad, Al-Hakim, Ibn Hibban dll).
Terdapat beberapa hadits lainya, yang memiliki redaksi teks yang sedikit berbeda, namun dapat ditegaskan bahwasanya Rasulullah SAW sendiri sudah menyadari akan lahirnya keberagaman dalam pola internal beragama. Tidak mengherankan lagi bila dari awal masa Khulafaur Rasyidin telah muncul kelompok-kelompok yang separatis, baik yang dilandasi oleh ideologi beragama, politik dan terpaan filsafat aristotelianisme.
Tidak dipungkiri bahwa terpaan itu telah berhasil menciptakan dua sisi mata uang dalam peradaban Islam. Di mana sisi baiknya bermunculan sarjana-sarjana Islam yang ahli dalam berpikir serta berdampak pada perkembangan Islam. Dan sisi negatif bisa ditinjau dari adanya upaya isme barat itu, merusak ketahanan internal dari kaum Muslim dan Islam dengan menyebarkan paham-paham yang tidak benar dan menyesatkan.
Jahm Ibn Shafwan, yang merupakan orang Arab pertama yang menerima serta menggunakan paham dan unsur Yunani, berbasis filsafat Aristoteles dalam beragama dengan pendekatan nalar rasional. Lahirlah paham-paham dalam Islam seperti kaum Qadariyah, yang disebut Nabi sebagai majusi, kelompok khawarij kaum pembelot dan Mu’tazilah kaum pendusta terhadap Khalifah Ali Ibn Abi Thalib r.a.
Jahmi adalah satu dari sekian tokoh pendiri paham sesat dalam Islam terkhusus dalam mazhab aqidah/kalam, dia sendiri mengembangan paham Jabbariyah, padahal argumennya dipakai oleh kaum Qadariyah, mu’tazilah dan lain-lain.
Artikel ini hanyalah secuil dari ihwalnya khazanah klasik dunia Islam, terutama dalam perkembangan ilmu. Maka penulis dalam artikel lanjutan akan memaparkan gambaran umum mengenai jenis, pendiri sekte/mazhab, argumen dan kesesatan-kesesatan yang ada padanya. Dengan harapan secercah pengetahuan itu menjadi manfaat untuk pembaca, selaku benteng untuk menjaga diri dari maraknya liberalisasi orientalis dan gerakan fundamentalisme.[*]
Penulis adalah Sahimi Ibn Ishak, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan salah satu anggota di UKM Pers DETaK USK.
Editor: Indah Latifa


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-238x178.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-238x178.png)


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


