Beranda Artikel Kontribusi Sejumlah Figur Publik dalam Aksi Kemanusiaan Bencana di Sumatera

Kontribusi Sejumlah Figur Publik dalam Aksi Kemanusiaan Bencana di Sumatera

BERBAGI
Praz Teguh memberikan bantuan logistik di wilayah Sumatra Barat. 4/12/2025. (Dok. Istimewa)

Artikel | DETaK

Di penghujung akhir tahun 2025, Indonesia kembali dihadapkan dengan bencana banjir dan longsor yang melanda pulau Sumatra khususnya di beberapa daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan.

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 ini menimbulkan dampak yang sangat luas. Berdasarkan data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari seribu orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan ribu rumah mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan serta pergerakan tanah. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke berbagai titik penampungan darurat, sementara akses jalan dan sejumlah fasilitas umum sempat lumpuh.

Iklan Souvenir DETaK

Memasuki awal 2026, jumlah pengungsi mulai berangsur menurun seiring proses rehabilitasi dan distribusi bantuan. Namun, dampak sosial dan ekonomi masih dirasakan oleh masyarakat terdampak, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal serta sumber mata pencaharian.

Di tengah situasi darurat tersebut, sejumlah public figure Indonesia turut menunjukkan kepeduliannya melalui berbagai aksi kemanusiaan. Kehadiran para figur publik ini tidak hanya membantu dari sisi materi, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat luas untuk ikut berkontribusi, mulai dari penggalangan dana hingga penyaluran bantuan secara langsung.

1. Ferry Irwandi

Nama Ferry Irwandi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalangan kalangan generasi muda dan pengguna media sosial. Dikenal sebagai kreator konten yang kerap menyuarakan isu sosial dan kemanusiaan, ia turut menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana di Sumatera. Melalui platform digital (Instagram) yang dimilikinya, Ferry mengajak para pengikutnya untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana serta meningkatkan kesadaran publik mengenai kondisi masyarakat terdampak.

Aksi tersebut mendapat respons positif dari warganet yang tergerak untuk ikut berdonasi dan menyebarluaskan informasi terkait kebutuhan mendesak di lokasi bencana.

Ferry berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp10,3 miliar melalui kerja sama dengan Kitabisa untuk membantu korban banjir dan longsor di Sumatera. Bantuan awal seberat 2,6 ton tiba di Bandara Deli Serdang pada 4 Desember 2025, dan dalam beberapa hari jumlah distribusi meningkat menjadi total 8 ton yang disalurkan ke berbagai wilayah terdampak.

Ferry menyebutkan bahwa bantuan telah menjangkau daerah terpencil seperti Aceh Tamiang dan Langsa, serta didukung oleh personel TNI AD untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses, dilanjut dengan wilayah Sumatra Utara dan Barat.

Bantuan donasi mulai dari makanan jadi, beras, sembako, paket ibu dan anak, selimut, pakaian, obat-obatan, sanitasi air bersih, solar panel dan masih banyak lagi.

Selain itu, ia juga turut berkontribusi dalam pembangunan kembali infrastruktur seperti sekolah yang diberi nama Sekolah Malaka di Aceh Tamiang. (Dikutip dari akun Instagram Irwandi Ferry).

2. Najwa Shihab

Presenter dan jurnalis senior Najwa Shihab turut meninjau langsung lokasi bencana banjir yang melanda Seumadam, Aceh Tamiang dan sekitarnya pada Minggu (30/11/2025). Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh tim Save the Children untuk melihat kondisi masyarakat, sekaligus memberikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak.

Melalui dokumentasi yang dibagikannya di Tiktok, Najwa memperlihatkan situasi di lapangan, termasuk sejumlah wilayah yang masih terisolasi dan sulit dijangkau kendaraan akibat banjir dan longsor.

Tidak hanya di wilayah Aceh, Najwa Shihab juga ikut turun melihat langsung kondisi bencana banjir di wilayah Sumatra Utara tepatnya di Besitang. Najwa menyaksikan puluhan rumah warga yang rusak dan membersihkan puing sisa banjir dengan alat seadanya. Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya untuk menyuarakan kondisi korban bencana banjir kepada publik yang lebih luas.

3. Zaskia Adya Mecca
Nama Zaskia Adya Mecca menjadi salah satu figur publik yang aktif turun langsung membantu korban bencana banjir dan longsor di Sumatera. Tidak hanya memberikan donasi, Zaskia terlibat langsung dalam berbagai aksi kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak, seperti Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Takengon, Aceh Utara, Langkat–Medan, hingga wilayah Tapanuli.

 Bersama sejumlah lembaga kemanusiaan seperti Rangkul Foundation, Hands Foundation, komunitas Indadari, Kitabisa, serta Project Akhirat-NSTS, Zaskia mengoordinasikan penggalangan dana dan distribusi bantuan secara bertahap.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa sembako dan beras, tetapi juga pendirian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi. Selain itu, tim relawan turut melakukan distribusi air bersih, pengobatan gratis, serta penyaluran logistik darurat ke wilayah yang sulit dijangkau.

Di beberapa titik terdampak, Zaskia bersama relawan juga membantu merapikan jalanan dan pelataran masjid yang tertutup lumpur dan puing. Bahkan, untuk mempercepat proses pembersihan di sekitar rumah warga, mereka menyewa alat berat berupa mobil beko. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali ke rumah dan memulai aktivitas secara perlahan.

Tak hanya fokus pada kebutuhan fisik, Zaskia juga memperhatikan aspek pendidikan dan psikososial anak-anak korban bencana. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memulai sekolah darurat di dalam masjid bagi anak-anak yang sekolahnya terdampak banjir. Langkah ini diharapkan dapat membantu memulihkan semangat belajar serta kondisi mental anak-anak di tengah situasi sulit.

Dalam situasi yang paling darurat, bantuan kain kafan juga turut disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban yang meninggal dunia. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan mencakup berbagai aspek kebutuhan, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan awal.

Keterlibatan aktif Zaskia Adya Mecca di berbagai lokasi terdampak memperlihatkan bahwa peran artis tidak hanya sebatas penggalangan dana secara daring, tetapi juga hadir langsung di lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan dan kondisi masyarakat dapat segera membaik. Aksi tersebut sekaligus menguatkan semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan di tengah bencana yang melanda Sumatera.

4. Praz Teguh

Selain sejumlah artis dan konten kreator, komedian sekaligus podcaster Praz Teguh juga turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera. Melalui Instagram sekaligus kerja sama dengan Kitabisacom, Praz berhasil menghimpun donasi yang mencapai Rp1 miliar.

Dana tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk bantuan langsung kepada masyarakat terdampak. Pada tahap awal, Praz bersama timnya menyalurkan bantuan ke wilayah Sumatra Barat, sebelum melanjutkan distribusi ke Sumatra Utara, termasuk daerah Aras Napal yang terdampak cukup parah.

Bantuan yang diberikan berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di pengungsian. Kehadirannya di lokasi bencana menjadi bentuk kepedulian nyata, sekaligus upaya untuk memastikan bantuan sampai langsung ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Kontribusi Praz Teguh menunjukkan bahwa figur publik dari berbagai latar belakang, termasuk dunia komedi, dapat berperan aktif dalam aksi kemanusiaan. Melalui pengaruh yang dimiliki, ia berhasil menggerakkan solidaritas publik dan memperkuat semangat gotong royong di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat Sumatera.

 5. Rachel Vennya

Salah satu figur publik yang juga menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana di Sumatera adalah Rachel Vennya. Ia membuka penggalangan dana melalui platform Kitabisa.com dan relawan terpercaya untuk membantu para penyintas banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Respons publik terhadap ajakan tersebut sangat besar hingga akhir November 2025, donasi yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp903 juta dari lebih dari 15.000 donatur.

Rachel menggandeng relawan dan komunitas untuk memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan, dengan fokus penyaluran berupa paket makanan, hygiene kit, serta kebutuhan darurat lainnya termasuk dukungan bagi ibu dan anak di lokasi terdampak.

6. Ananda Omesh

Presenter dan komedian Ananda Omesh juga turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera. Melalui program Podkesmas dengan tema “Bersama Sumatra”, Omesh melakukan penggalangan dana bekerja sama dengan Kitabisacom dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Padang, Pariaman Panjang, Aceh Tamiang, serta Langkat di Sumatera Utara. Berbeda dengan bantuan yang berfokus pada kebutuhan logistik, Omesh menitikberatkan kontribusinya pada dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak sekolah dasar yang terdampak bencana.

Melalui kegiatan trauma healing dan pendampingan psikososial, tim relawan berupaya membantu anak-anak mengatasi ketakutan serta tekanan emosional akibat bencana yang mereka alami. Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk permainan edukatif, sesi berbagi cerita, serta aktivitas kelompok yang bertujuan memulihkan rasa aman dan semangat belajar anak-anak.

Kontribusi Ananda Omesh ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pentingnya pemulihan kondisi mental dan emosional para penyintas, terutama anak-anak yang rentan terhadap trauma jangka panjang.

7. Sania Leonardo

Kreator konten sekaligus aktivis sosial Sania Leonardo juga turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatra, khususnya di dusun Parsingkaman, Sumatra Utara. Melalui media sosialnya, Sania aktif menyuarakan kondisi di lapangan sekaligus mengajak para pengikutnya untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana dan pengiriman bantuan.

Bekerja sama dengan sejumlah relawan dan lembaga kemanusiaan, bantuan yang disalurkan difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti paket sembako, air bersih, perlengkapan kebersihan, serta logistik untuk pengungsi. Ia juga membantu mendistribusikan bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau agar penyaluran lebih merata.

Selain penyaluran logistik, Sania turut menyoroti pentingnya kepedulian jangka panjang, termasuk dukungan moral bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghasilan. Melalui konten edukatif dan laporan langsung dari lapangan, ia berupaya menjaga transparansi distribusi bantuan sekaligus memastikan publik mengetahui kondisi riil masyarakat terdampak.

Keterlibatan Sania Leonardo menunjukkan bahwa peran kreator konten tidak hanya berhenti pada kampanye digital, tetapi juga dapat menjadi jembatan antara donatur dan korban bencana. Pengaruh yang dimilikinya berhasil menggerakkan solidaritas publik untuk bersama-sama membantu proses pemulihan di wilayah terdampak Sumatra.

8. Vilmei

Konten kreator Vilmei turut menjadi salah satu figur publik yang aktif membantu korban bencana di Sumatera. Melalui penggalangan dana yang ia lakukan, donasi yang terkumpul mencapai hampir Rp 8 miliar dari sekitar 11.3064 donatur, menunjukkan betapa besarnya solidaritas masyarakat yang tergerak melalui kampanye digitalnya.

Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Medan. Tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, kontribusi Vilmei juga menyentuh aspek pemulihan jangka menengah.

Bentuk bantuan yang diberikan meliputi penyaluran sembako bagi warga terdampak, perbaikan fasilitas sekolah dan masjid yang rusak, pembangunan sanitasi air bersih, serta penyediaan rumah sementara bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Upaya ini bertujuan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap setelah bencana.

Keterlibatan Vilmei menunjukkan bahwa kekuatan media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam menghimpun dukungan publik dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Berbagai bentuk bantuan yang diberikan para artis tersebut, mulai dari penggalangan dana, distribusi logistik, hingga kampanye solidaritas di media sosial, menunjukkan bahwa peran publik figur dapat memberikan dampak signifikan dalam situasi krisis. Dukungan moral yang mereka berikan turut membangkitkan semangat para korban untuk tetap tegar menghadapi masa sulit.

Keterlibatan artis dalam aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dapat tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, dan figur publik, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Sumatera dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Penulis bernama Zalifa Naiwa Belleil, Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala. 

Editor: Fathimah Az Zahra