
Siti Khumairoh [AM] | DETaK
Darussalam-Departemen Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Australian National University (ANU) menggelar kuliah tamu bertema “Dokumentasi Bahasa dan Pemberdayaan Lokal: Tantangan dan Tarik Ulur Lintas Kepentingan” secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu, 28 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut menghadirkan Prof. I Wayan Arka, Head of the Linguistics Program, School of Culture, History and Language ANU sebagai pemateri. Kuliah tamu ini dimoderatori oleh Nurrahmah.

Mewakili Dekan FKIP USK, Amiruddin, Wakil Dekan III FKIP USK, Asnawi, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kuliah tamu tersebut. Ia berharap kerja sama antara USK dan ANU dapat terus berlanjut.
“Kami sangat senang dan mendukung terselenggaranya kuliah tamu ini,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Arka menjelaskan bahwa ketegangan antara tuntutan akademik kampus dan kebutuhan masyarakat penutur bahasa dalam dokumentasi bahasa berkaitan dengan perbedaan jangka waktu dan tujuan. Kampus cenderung menuntut hasil dalam periode hibah dua hingga tiga tahun, sedangkan masyarakat penutur membutuhkan hasil yang berkelanjutan hingga puluhan tahun.
Prof. Arka merangkum lima poin yang perlu diingat peneliti dalam proyek dokumentasi bahasa, yaitu:
- Rancang audiens dan pemangku kepentingan sejak awal proyek.
- Jadikan kolaborator lokal sebagai ko-peneliti.
- Tunjukkan kerja untuk masyarakat dalam setiap kriteria penilaian hibah.
- Tulis tujuan yang berdampak dan sebutkan siapa yang melanjutkan setelah hibah berakhir.
- Terus naik tangga karier tanpa batas.
Menurut Prof. Arka, proses belajar tidak berhenti setelah seseorang mencapai jabatan akademik tertinggi. Ia mengaku terus belajar, termasuk dari para mahasiswa yang dibimbingnya.
“Murid-murid saya adalah guru-guru saya. Dari mereka saya belajar,” katanya.[]
Editor: Naisya Alina









