Beranda Artikel Stop Scrolling, Ini Rekomendasi Website untuk Mengisi Waktu Luang agar Lebih Produktif

Stop Scrolling, Ini Rekomendasi Website untuk Mengisi Waktu Luang agar Lebih Produktif

BERBAGI
Ilustrasi. (Trisya Alya Nur Maulida/[AM] DETaK)

Artikel | DETaK

Pernah nggak sih, awalnya cuma mau buka media sosial sebentar, tetapi ujung-ujungnya malah menghabiskan waktu berjam-jam buat scrolling? Niatnya cuma mencari hiburan setelah seharian beraktivitas, tahu-tahu sudah menonton puluhan video yang bahkan beberapa menit kemudian nggak kita ingat lagi isinya. Kebiasaan ini rasanya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda yang hampir selalu terhubung dengan internet.


Belakangan ini, istilah brainrot semakin sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa terlalu banyak mengonsumsi konten digital, terutama konten pendek yang dikonsumsi terus-menerus. Secara harfiah, brainrot berarti pembusukan otak. Namun, dalam konteks lain, brainrot adalah istilah slang internet yang menggambarkan kondisi kelelahan mental, penurunan daya kognitif, serta hilangnya kemampuan fokus dan berpikir kritis akibat terlalu lama mengonsumsi konten digital yang tidak berkualitas, dangkal, atau berulang-ulang.

Iklan Souvenir DETaK


Istilah ini memang bukan diagnosis medis, tetapi cukup menggambarkan kebiasaan ketika kita menghabiskan banyak waktu di internet tanpa benar-benar mendapatkan sesuatu yang berarti. Belum lagi, kebiasaan scrolling yang sulit dihentikan bisa membuat waktu untuk belajar, membaca, atau melakukan kegiatan lain menjadi semakin berkurang. Padahal, ada banyak hal yang bisa dilakukan daripada hanya doomscrolling. Ada banyak hal menarik yang bisa kita temukan di dalamnya, mulai dari pengetahuan baru, buku digital, materi pembelajaran, hingga karya seni dari seluruh dunia.


Nah, berikut adalah beberapa website menarik untuk kamu kunjungi alih-alih hanya doomscrolling, yaitu:

  1. Openwhenletters.app
    OpenWhenLetters.app adalah website yang bisa digunakan untuk membuat surat digital yang ditujukan kepada orang tersayang. Website ini mengusung konsep “Open When…”, yaitu surat yang dibuka ketika seseorang sedang berada dalam situasi atau suasana hati tertentu. Misalnya, surat yang dibuka saat sedang sedih, merasa kesepian, membutuhkan semangat, sedang merindukan seseorang, atau ketika merayakan hari bahagia. Melalui website ini, pengguna bisa menyampaikan pesan, perasaan, dan kata-kata yang mungkin sulit diungkapkan secara langsung. Surat-surat tersebut juga bisa dibuat lebih personal agar terasa dekat dengan orang yang menerimanya. Menariknya, konsep ini membuat surat digital bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi juga bentuk perhatian yang bisa dibaca kembali kapan pun dibutuhkan. Dengan begitu, OpenWhenLetters.app bisa menjadi alternatif hadiah sederhana tetapi bermakna untuk sahabat, pasangan, keluarga, atau siapa pun yang ingin kita beri dukungan dan perhatian, meskipun terpisah oleh jarak.
  2. Sporcle.com
  3. Sporcle.com adalah website yang menyediakan berbagai permainan kuis untuk menguji pengetahuan pengguna dalam berbagai bidang. Mulai dari geografi, sejarah, olahraga, musik, film, hingga pengetahuan umum, semuanya dikemas dalam bentuk kuis yang interaktif dan menyenangkan. Jadi, pengguna nggak cuma membaca informasi, tetapi juga bisa menguji seberapa banyak hal yang mereka ketahui melalui permainan. Sporcle menyediakan berbagai format kuis, mulai dari tebak gambar, pilihan ganda, teka-teki, hingga permainan menebak lokasi melalui peta. Pengguna juga bisa membuat kuis sendiri dan membagikannya kepada orang lain. Website ini cocok untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah wawasan dengan cara yang lebih seru. Selain menghibur, Sporcle juga bisa dimanfaatkan sebagai media belajar karena membantu pengguna mengingat informasi, melatih daya ingat, dan memperluas pengetahuan melalui permainan.
  4. Timeguessr.com
  5. TimeGuessr.com adalah website permainan tebak-tebakan yang menguji pengetahuan pengguna tentang sejarah dan geografi melalui foto-foto nyata dari berbagai tempat dan periode waktu. Dalam permainan ini, pengguna diminta menebak lokasi pengambilan foto sekaligus memperkirakan tahun ketika foto tersebut diambil. Semakin dekat tebakan dengan lokasi dan tahun yang sebenarnya, semakin tinggi skor yang bisa diperoleh. Menariknya, TimeGuessr.com bukan hanya menjadi hiburan untuk mengisi waktu luang, tetapi juga bisa membantu pengguna mengenal berbagai tempat di dunia dan memahami perubahan yang terjadi dari masa ke masa. Website ini cocok bagi orang yang suka tantangan, tertarik pada sejarah, atau ingin menambah wawasan dengan cara yang lebih interaktif.
  6. HumanBenchmark.com
  7. HumanBenchmark.com adalah website yang menyediakan berbagai permainan dan tes sederhana untuk mengukur kemampuan kognitif, seperti kecepatan reaksi, daya ingat, konsentrasi, dan kecepatan mengetik. Pengguna bisa mencoba berbagai tes interaktif, misalnya mengingat urutan pola, menghafal angka, mengenali kata yang pernah muncul, hingga menguji seberapa cepat merespons perubahan warna di layar. Menariknya, setiap tes memberikan hasil yang bisa digunakan untuk melihat performa diri sendiri. Website ini cocok bagi pengguna yang ingin mengisi waktu luang sambil melatih kemampuan berpikir melalui permainan yang menantang. Selain menghibur, Human Benchmark juga bisa menjadi sarana untuk mengenali kemampuan diri, meskipun hasil tesnya tidak dapat dijadikan ukuran pasti tingkat kecerdasan seseorang.

Internet bukan sesuatu yang harus kita hindari hanya karena banyaknya konten yang kurang bermanfaat. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan temukan selama kita tahu bagaimana memanfaatkannya. Wikipedia, Project Gutenberg, Khan Academy, dan Google Arts & Culture hanyalah beberapa contoh website yang bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih beragam.


Namun, mencoba website tersebut bukan berarti kebiasaan scrolling akan langsung hilang. Mengubah kebiasaan membutuhkan waktu dan kesadaran untuk mulai mengatur penggunaan internet. Kita tetap boleh mencari hiburan di media sosial, tetapi nggak ada salahnya memberi ruang bagi aktivitas lain yang bisa menambah pengetahuan, melatih kemampuan, atau memperkenalkan kita pada hal-hal baru.

Penulis bernama Trisya Alya Nur Maulida, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Husniyyati