Beranda Terhangat Nutrifood Indonesia Gelar Nutrihub Open House-Health Talks

Nutrifood Indonesia Gelar Nutrihub Open House-Health Talks

BERBAGI
Usai kegiatan berlangsung, partisipasan yang terlibat melakukan foto bersama. 10/10/2026. (Dok. Panitia)

Ade Irma Aprianti | DETaK

Darussalam-Nutrifood Indonesia menggelar kegiatan Nutrihub Open House–Health Talks yang berlangsung di Nutrihub Aceh pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta Kepala Sekolah se-Kota Banda Aceh.

Kegiatan tersebut menghadirkan Mardi Wu, selaku CEO Nutrifood Indonesia, Yesaya Christian, selaku Brand Manager L-Men, serta Marihot Lim, yang merupakan 2nd Runner Up The New L-Men of the Year 2026.

Iklan Souvenir DETaK

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat melalui pengaturan konsumsi gula, garam, dan lemak serta penerapan panduan gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Materi mengenai informasi nilai gizi pada kemasan pangan juga disampaikan agar peserta dapat lebih memahami kandungan nutrisi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Edukasi tersebut menyasar guru PJOK dan kepala sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang di lingkungan pendidikan. 

Salah seorang peserta, Amrida Rahmaini, Guru PJOK SD Negeri 27 Banda Aceh, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi dirinya.

“Kegiatan hari ini luar biasa dan berjalan dengan lancar. Kami juga mendapatkan ilmu-ilmu baru. Harapan saya, ke depannya teman-teman sesama guru PJOK juga bisa mengikuti kegiatan seperti ini,” ujar Amrida.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap asupan gizi anak-anak, termasuk makanan dan jajanan yang dikonsumsi di sekolah. 

Amrida menambahkan, SD Negeri 27 Banda Aceh pernah memperoleh sertifikat kantin sehat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia menjelaskan bahwa kantin sekolah tersebut tidak menyediakan makanan instan sebagai bagian dari upaya mendukung kebiasaan konsumsi makanan yang lebih sehat bagi siswa.

“Imbauan saya, anak-anak bisa lebih memperhatikan gizinya dan jajanan yang dikonsumsi. Alhamdulillah, sekolah kami pernah mendapatkan sertifikat kantin sehat dari BPOM karena kantin sekolah tidak menyediakan makanan instan,” jelasnya.[]

Editor: Zalifa Naiwa Belleil