Beranda Terhangat Menwa USK Gandeng Basarnas Aceh Gelar Pelatihan Water Rescue dan Kebencanaan

Menwa USK Gandeng Basarnas Aceh Gelar Pelatihan Water Rescue dan Kebencanaan

BERBAGI
Foto bersama anggota Menwa dengan anggota Basarnas. 30/8/2026. (Zikni Anggela/ DETaK)

Ade Irma Aprianti | DETaK

Darussalam-Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Aceh serta UKM Kebencanaan USK menggelar kegiatan gladi Water Rescue dan kebencanaan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi bencana pada Minggu, 30 Agustus 2026, di Ulee lheu.

Ketua panitia, Aqilul Rahman Rafii, yang juga menjabat sebagai Dansatgas Giat Gladi Water Rescue dan Bencana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program bulanan Menwa. Pelatihan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar kepada mahasiswa dalam menghadapi situasi bencana, seperti banjir.

Iklan Souvenir DETaK

“Ya, ini termasuk dalam program bulanan ini, dan ini juga sebagai salah satu upaya kami agar mahasiswa mengerti bagaimana cara menanggapi situasi bencana seperti banjir dan bencana lain yang melibatkan air,” ujar Aqilul.

Kegiatan tersebut melibatkan anggota Menwa dan berkolaborasi dengan Basarnas Aceh serta UKM Kebencanaan USK. Menurut Aqilul, pelatihan ini juga dilatarbelakangi oleh kejadian banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025. Saat itu, Menwa turut memberangkatkan relawan untuk membantu penanganan bencana.

“Ini untuk kesiapan anggota kami juga menghadapi situasi bencana,” katanya.

Sementara itu, Dedy Wahyudi, selaku Staf Sumber Daya Manusia (Sumda) Basarnas Aceh sekaligus instruktur Basarnas, mengatakan peserta telah diberikan pengetahuan mengenai keselamatan di air. Ia berharap pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika menghadapi kondisi bencana maupun saat terlibat sebagai relawan.

“Pada dasarnya kita sudah memberikan ilmu pengetahuan bagaimana melakukan keselamatan di air. Mudah-mudahan harapannya apa yang sudah kami berikan bisa bermanfaat bagi adik-adik semua, khususnya para peserta yang ikut,” ujar Dedy.

Dedy menilai keterampilan keselamatan di air penting dimiliki mahasiswa, terutama ketika terjadi bencana yang membutuhkan keterlibatan relawan. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat membantu pekerjaan Basarnas di lapangan.

“Ini sangat penting, apalagi jika terjadi bencana dan membutuhkan relawan. Hal ini membantu kita di lapangan,” ujarnya.[]

Editor: Zikni Anggela