Zalifa Naiwa Belleil | DETaK
Darussalam-Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMABIO) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Biodiversitas 2026 di Gampong Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Save The Sea, Save Our Future” dengan fokus pada konservasi ekosistem lamun.
Ketua Panitia Biodiversitas 2026, Rohan Alasmi, mengatakan tema tersebut dipilih karena pentingnya menjaga ekosistem laut Aceh. Ia menyebutkan lamun dipilih karena masih jarang diangkat oleh mahasiswa dan memiliki peran penting bagi lingkungan.“Lamun kami pilih karena merupakan topik yang jarang diangkat dan memiliki dampak yang besar bagi lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap ekosistem di kawasan Ujong Pancu dapat berkembang lebih baik melalui kegiatan konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Rohan juga menegaskan bahwa konservasi perlu dilakukan secara rutin, bukan hanya sebagai kegiatan seremonial.
Sementara itu, Sanli Barasa dari Natural Aceh selaku salah satu pihak yang mendukung kegiatan tersebut menjelaskan bahwa transplantasi lamun dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu survei lokasi, persiapan media tanam, dan penanaman. Menurutnya, transplantasi lamun penting dilakukan untuk menjaga habitat biota laut. Salah satunya adalah dugong yang menjadikan lamun sebagai salah satu sumber makanannya.
“Lamun memiliki peran penting dalam menjaga habitat biota laut, salah satunya sebagai sumber makanan bagi dugong,” jelasnya.
Kegiatan transplantasi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir sekaligus mendukung upaya konservasi mamalia laut di Aceh. []
Editor: Fathimah Az Zahra







![[Lensa] Potret Fasilitas di Gedung Asrama USK yang Perlu Diperhatikan](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/09/DSCF1037-100x75.jpg)


