
Ade Irma Aprianti | DETaK
Darussalam–Duta Kampus Universitas Syiah Kuala (USK) turut berpartisipasi dalam menyukseskan International Service Learning Program dengan menggandeng Universiti Malaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026 di Desa Dayah Usen, Blang Awe, dan Geunting, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Universiti Malaya dan Universitas Syiah Kuala ini berhasil menghadirkan sebanyak 36 peserta dari Universiti Malaya dan 25 peserta dari USK.
Kegiatan ini mengusung tema “Post-Disaster Recovery through Child Trauma Healing, Disaster Education, Environmental Stewardship, and Community Empowerment”, dengan tujuan menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus aksi nyata dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana melalui pendekatan edukatif, sosial, dan lingkungan. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta terlibat dalam berbagai program, mulai dari pendampingan trauma healing bagi anak-anak, edukasi kebencanaan, aksi pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ketua Ikatan Duta Kampus USK, Zuhri, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada Duta Kampus USK untuk terlibat dalam kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Syiah Kuala, Program Magister Ilmu Lingkungan USK, serta GEO USK atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Duta Kampus USK untuk berkolaborasi dalam International Service Learning Program. Kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga sinergi yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak program pengabdian yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Zuhri.
Sementara itu, Duta Kampus USK 2026, Amrul Kiram, menyampaikan bahwa keterlibatan dalam program ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus memperkuat komitmen Duta Kampus USK dalam mengabdi kepada masyarakat.
“International Service Learning Program memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen yang ingin kami wujudkan sebagai Duta Kampus USK, yaitu terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi dan kolaborasi. Program ini juga membuktikan bahwa Duta Kampus USK tidak hanya menjadi representasi mahasiswa, tetapi juga mampu membawa nama Universitas Syiah Kuala ke panggung yang lebih luas melalui kontribusi, kolaborasi, dan pengabdian di tingkat internasional. Kami berharap semangat pengabdian ini dapat terus kami bawa dalam setiap langkah dan program yang kami jalankan ke depannya,” ungkap Amrul.
Senada dengan hal tersebut, Duta Kampus USK 2026, Sheryl Talitha Uma, menilai bahwa program ini menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya sekaligus membangun jejaring internasional.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menghadapi tantangan global. Kami tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga belajar menghargai keberagaman budaya, memperluas wawasan, serta mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat maupun dunia pendidikan,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Duta Kampus USK juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari berbagai inisiatif yang membawa nama baik Universitas Syiah Kuala serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. []
Editor: Zalifa Naiwa Belleil


![[DETOuR] Ayam Taliwang: Ikon Kuliner Khas Nusa Tenggara Barat](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/07/Ilustrasi-Jihan-Sabila-Fadma-1-238x178.jpg)






