Beranda Terkini Harga Pertamax Naik, Mahasiswa Keluhkan Dampak Biaya Kampus

Harga Pertamax Naik, Mahasiswa Keluhkan Dampak Biaya Kampus

BERBAGI
Doc. Istimewa

Naisya Alina | DETaK

Darussalam – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax belakangan ini mulai menjadi perhatian masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. PT Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut mencapai sekitar 32 persen dan disebut dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia serta kondisi geopolitik global.

Kenaikan harga tersebut dinilai berdampak pada pengeluaran harian masyarakat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi utama.

Iklan Souvenir DETaK

Qurrata Ayun Lubis, mahasiswi Jurusan Sendratasik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), mengaku merasakan dampak langsung dari kenaikan harga Pertamax terhadap pengeluaran sehari-harinya.

“Kenaikan harga Pertamax belakangan ini berasa banget efeknya di saya. Walaupun saya anak rumahan dan tidak tinggal di kos, saya tetap harus bolak-balik ke kampus setiap hari dengan jarak yang lumayan jauh. Biaya transportasi biasanya saya harus membagi uang jajan, apalagi sekarang otomatis jadi makin bengkak,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat dirinya harus lebih cermat dalam mengatur keuangan agar kebutuhan kuliah tetap dapat terpenuhi.

“Mau enggak mau sekarang harus makin ketat ngatur anggaran harian biar ongkos kuliah aman dan kebutuhan lain enggak keteteran,” tambahnya.

Senada dengan itu, Siti Fildzahra Revina, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menilai kenaikan harga BBM turut memengaruhi mobilitas mahasiswa yang harus melakukan aktivitas perkuliahan secara rutin.

“Iya, menurut saya cukup berdampak. Sebagai mahasiswa, pengeluaran untuk pergi ke kampus jadi lebih besar dibanding biasanya. Karena harus pulang pergi dengan rumah yang jauh dari kampus, pengeluaran biasanya saja sudah lumayan. Dengan kenaikan ini, pengeluaran yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada biasanya,” katanya.

Sebelumnya, Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi pasar energi global. Pertamax yang sebelumnya dijual seharga Rp12.300 per liter kini naik menjadi Rp16.250 per liter.

Kenaikan harga tersebut diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi masyarakat, termasuk mahasiswa yang setiap hari bergantung pada kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas perkuliahan. Meski demikian, sebagian mahasiswa memilih untuk menyesuaikan pola pengeluaran mereka agar kebutuhan akademik tetap dapat terpenuhi di tengah meningkatnya biaya transportasi.[]

Editor: Kamilina Junita Damanik