Beranda Terkini Mahasiswa USK Raih Medali Emas dan Perak pada Anugrah Innovillage ke-6 di...

Mahasiswa USK Raih Medali Emas dan Perak pada Anugrah Innovillage ke-6 di Universitas Telkom Bandung

BERBAGI
Tim USK berfoto bersama Direktur Direktorat kemahasiswaan dan Prestasi USK Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, ST,. M.Eng. dan Ketua panitia INNOVILLAGE Ke 6 Dr. Runik Maqfirah dari Tel-U sesaat setelah pengananugerahan sertifikat dan piala pada awarding day INNOVILAGE ke 6. (Doc.Ist)

Siaran Pers | DETaK

Darussalam-Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang nasional Anugerah Innovillage ke 6. Pada kompetisi inovasi sosial berbasis teknologi yang diselenggarakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Telkom University (Tel-U) dan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) ini, mahasiswa USK berhasil meraih medali emas, medali perak, serta kesempatan showcase  (pameran produk) inovasi secara langsung di Universitas Telkom, Bandung.

Anugerah Innovillage 2025 merupakan program tahunan yang bertujuan mendorong kolaborasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam menciptakan solusi teknologi untuk menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat. Kegiatan ini menjadi implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan inovasi sosial digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Iklan Souvenir DETaK

Awarding Ceremony Innovillage 2025 dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2026 di Auditorium Gedung Damar, Universitas  Telkom, Bandung. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan PT. Telkom Indonesia, Universitas  Telkom, para pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, serta para finalis mahasiswa terbaik yang berhasil lolos hingga tahap akhir kompetisi.

Pada Innovillage ke 6 Tahun 2025 yang sudah dimulai sejak 21 Oktober 2025, sebanyak 976 proposal dikirimkan oleh para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, terpilih 180 judul proyek terbaik yang di danai dan mereka berasal dari 47 universitas baik negeri maupun swasta dengan melibatkan 180 tim dan 540 mahasiswa untuk memperoleh pendanaan dan mengimplementasi proyek sosial berbasis teknologi di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dari 180 tim ini selanjutnya sudah dilakukan lagi penyaringan untuk memilih 50 tim terbaik yang melibatkan 24 universitas  dan 150 mahasiswa . Akhirnya pada sesi akhir terpilih tim yang diundang pada malam anugerah di Universitas  Telkom.

Melalui ajang Innovillage 2025, Universitas Syiah Kuala kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik dalam pengembangan inovasi mahasiswa di Indonesia. Selain berhasil meraih penghargaan pada kategori kompetisi utama, Tahun 2026 ini USK juga kembali memperoleh penghargaan sebagai salah satu universitas terbaik bersama dua perguruan tinggi lainnya atas kontribusi aktif dan kualitas inovasi mahasiswa dalam Innovillage ke 6. Tahun 2025 pada ajang Innovillage ke 5 di tempat yang sama Universitas Syiah Kuala memperoleh penghargaan sebagai “TOP Universitas Submit Proposal Terbanyak” mengalahkan perguruan tinggi lainnya di tanah air.

Prestasi pertama USK diraih oleh Tim Semua_Kerja_Pak dari Fakultas Teknik yang berhasil meraih Medali Emas sekaligus Juara 1 pada kategori Kerawanan Pangan. Tim ini terdiri dari Muhammad Ilham, Muhammad Fadhil Althaf, dan Putri Rahmayani yang seluruhnya berasal dari Program Studi Teknik Komputer Fakultas Teknik USK angkatan 2022.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Semua_Kerja_Pak mengusung proyek berjudul “Agri Sense: Sistem Pertanian Cerdas Berbasis Edge Computing untuk Deteksi Fase Pertumbuhan dan Penyakit Tomat serta Otomatisasi Penyiraman, Pemupukan, dan Penyemprotan Pestisida”. Proyek Agri Sense merupakan sistem pertanian cerdas berbasis edge computing yang dirancang untuk membantu petani dalam mengelola tanaman tomat secara lebih efisien dan otomatis. Sistem ini memanfaatkan Raspberry Pi yang terintegrasi dengan berbagai sensor seperti suhu, kelembapan, dan curah hujan serta kamera berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi fase pertumbuhan dan penyakit tanaman secara real-time.

Selain itu, Agri Sense mampu mengotomatisasi proses penyiraman, pemupukan, dan penyemprotan pestisida berdasarkan kondisi lingkungan dan data cuaca. Dengan penerapan teknologi tersebut, proyek ini bertujuan meningkatkan produktivitas hasil panen, mengurangi pemborosan sumber daya, serta mendorong transformasi digital di sektor pertanian desa.

Prestasi kedua USK diraih oleh Tim VisiOne dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang berhasil memperoleh Medali Perak sekaligus Juara 2 pada kategori Disabilitas. Tim ini terdiri dari Muhammad Azani Irvand, Aska Shahira, dan Muhammad Hizqil Alfi yang seluruhnya berasal dari Program Studi Informatika FMIPA USK angkatan 2023.

Tim VisiOne mengangkat proyek berjudul “Mendengar untuk Melihat: Upaya Mewujudkan Kemandirian dan Kesetaraan Akses bagi Penyandang Disabilitas Netra melalui Inovasi Teknologi Asistif yang Adaptif dengan Dukungan Produk Internet Telkomsel”. Melalui proyek tersebut, Tim VisiOne mengembangkan sebuah tongkat pintar bernama TongkatVISIO yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas netra mengenali lingkungan sekitar dengan lebih aman dan mandiri melalui sistem peringatan suara berbasis Artificial Intelligence (AI) dan sensor deteksi real-time.

TongkatVISIO mampu mendeteksi berbagai rintangan seperti tangga, dinding, kursi, maupun objek di sekitar pengguna, kemudian memberikan informasi suara secara langsung agar pengguna dapat bergerak dengan lebih percaya diri. Selain itu, tongkat pintar ini juga dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan lokasi dan aktivitas pengguna secara real-time oleh keluarga maupun guru pendamping, sehingga meningkatkan rasa aman dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas netra.

Selain keberhasilan meraih medali pada kategori kompetisi utama, dua tim mahasiswa USK juga berhasil memperoleh kesempatan showcase inovasi secara langsung di Universitas  Telkom, Bandung. Kesempatan tersebut diberikan kepada tim yang dinilai memiliki inovasi dengan potensi implementasi dan dampak sosial yang besar.

Tim pertama yang berhasil melakukan showcase adalah Tim Human yang seluruh anggotanya berasal dari angkatan 2023 dari FKIP USK. Tim ini terdiri dari Luk Luk Nurul Ahyani dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Naila Rizqa dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Zahra Hidayati dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK).

Pada Innovillage 2025, Tim Human mengangkat proyek berjudul “VR CARE : Inovasi Edukasi Pencegahan Bullying & Kesehatan Mental Anak Sekolah Dasar Melalui Virtual Reality”. VR CARE merupakan inovasi edukasi berbasis virtual reality yang bertujuan mencegah bullying dan meningkatkan kesehatan mental anak sekolah dasar melalui simulasi interaktif yang membangun empati, pemahaman, serta kemampuan merespons situasi sosial secara sehat sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih aman, positif, dan suportif.

Kesempatan showcase juga berhasil diraih oleh Tim Hyvibe yang seluruh anggotanya berasal dari Program Studi Teknik Komputer Fakultas Teknik USK angkatan 2022. Tim ini terdiri dari Muhammad Ikhwan Maulana, Rizkiya Dwi Atika, dan Mauliza Putri.

Pada Innovillage 2025, Tim Hyvibe mengusung proyek berjudul “HydroMate: Sistem Kontrol pH dan Nutrisi Hidroponik Berbasis IoT untuk Pertanian Urban yang Efisien dan Berkelanjutan.

HydroMate merupakan sistem kontrol pH dan nutrisi hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendukung pertanian urban secara lebih efisien, modern, dan berkelanjutan. Inovasi ini memungkinkan pemantauan serta pengendalian kondisi nutrisi dan pH tanaman secara otomatis dan real-time sehingga membantu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman hidroponik serta mempermudah proses perawatan bagi pengguna.

Melalui penerapan teknologi tersebut, HydroMate diharapkan mampu menjadi solusi pertanian urban yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di lingkungan perkotaan.

Harapan USK untuk Masa Depan

Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan Universitas Syiah Kuala. Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng., Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK yang hadir langsung pada acara Anugerah Innovillage ke 6 menyampaikan rasa bangga atas inovasi yang ditunjukkan para mahasiswa USK, baik yang berhasil meraih medali maupun tim yang mendapatkan kesempatan showcase inovasi secara langsung di Telkom University Bandung. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa USK memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional melalui inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam ajang Innovillage akan mendapatkan pengakuan melalui skema rekognisi prestasi sesuai panduan kegiatan kemahasiswaan yang berlaku di Universitas Syiah Kuala.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., turut mengungkapkan apresiasi dan kebanggaannya atas kerja keras seluruh tim mahasiswa yang telah membawa nama baik USK pada ajang nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa USK tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan sosial melalui pemanfaatan teknologi.

Ia berharap prestasi yang diraih pada Innovillage ke 6 dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperluas kontribusi hingga ke tingkat internasional. Dengan pencapaian ini, USK kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat melalui inovasi teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Sara Salsabila