Resensi | DETaK
Judul Film : Sore (2023)
Sutradara : Yandy Laurens

Produser : Suryana Paramita
Rumah Produksi : Cerita Films
Tahun Rilis : 2023
Genre : Drama, Romantis
Durasi : 119 menit
Negara : Indonesia
Bahasa : Indonesia
Pendahuluan
Film Sore karya sutradara Yandy Laurens hadir dalam versi panjang dengan durasi 119 menit yang memperluas cerita dari versi pendeknya yang sempat dikenal luas. Dalam versi ini, penonton diajak menyelami hubungan dua tokoh utama secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai kisah romantis, tetapi juga sebagai refleksi tentang perubahan, waktu, dan pilihan hidup.
Film ini mengangkat tema yang sederhana, yakni tentang seseorang yang berusaha mengubah orang yang ia cintai menjadi lebih baik. Namun di balik kesederhanaan tersebut, tersimpan pertanyaan yang lebih dalam: apakah seseorang benar-benar bisa berubah hanya karena orang lain?
Sinopsis
Cerita berfokus pada Jonathan atau yang akrab dipanggil Natan, seorang pria yang menjalani hidup dengan santai dan cenderung tidak terlalu memedulikan kesehatannya. Kebiasaan hidupnya yang tidak teratur menjadi bagian dari keseharian yang ia anggap biasa.
Kehidupan Natan mulai berubah ketika seorang perempuan bernama Sore tiba-tiba hadir dalam hidupnya. Tanpa penjelasan yang jelas di awal, Sore tampak sangat mengenal Natan dan mulai ikut terlibat dalam kesehariannya. Ia perlahan mengatur pola hidup Natan, mulai dari kebiasaan makan hingga gaya hidup yang lebih sehat.
Namun, perubahan yang diusahakan Sore tidak selalu berjalan mulus. Natan sering kali menunjukkan sikap acuh dan sulit menerima saran yang diberikan. Ia tetap bertahan pada kebiasaan lamanya, seolah tidak melihat pentingnya perubahan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, hubungan antara keduanya mulai berkembang. Kedekatan emosional terbentuk, namun juga diwarnai oleh konflik yang muncul dari perbedaan cara pandang. Hingga pada akhirnya terungkap bahwa Sore datang dari masa depan dengan tujuan untuk mengubah kehidupan
Kelebihan / Kekurangan
Kekuatan utama film Sore terletak pada kedalaman emosi yang dibangun melalui hubungan antara dua tokoh utamanya. Tidak hanya menampilkan kisah cinta, film ini juga menggambarkan realitas bahwa perubahan dalam diri seseorang bukanlah hal yang mudah.
Karakter Sore digambarkan sebagai sosok yang sabar dan penuh kepedulian. Ia terus berusaha membantu Natan untuk menjalani hidup yang lebih baik, bahkan ketika usahanya tidak selalu dihargai. Kesabaran Sore menjadi salah satu aspek yang paling menonjol dalam film ini.
Di sisi lain, karakter Natan justru terasa sangat realistis. Ia digambarkan sebagai pribadi yang keras kepala dan sulit berubah. Dalam beberapa bagian, sikapnya dapat menimbulkan rasa kesal karena terlihat mengabaikan usaha yang telah dilakukan oleh Sore. Namun, justru hal tersebut membuat karakter Natan terasa dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Film ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa sekuat apa pun usaha seseorang untuk mengubah orang lain, hasilnya tetap bergantung pada kemauan individu itu sendiri. Sore telah melakukan berbagai cara, tetapi perubahan dalam diri Natan tidak akan terjadi tanpa kesadaran dari dirinya sendiri.
Menariknya, ketika Natan akhirnya mulai menunjukkan perubahan, hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kehadiran Sore. Artinya, meskipun perubahan harus datang dari diri sendiri, kehadiran orang lain tetap memiliki peran penting sebagai pemicu.
Dari segi teknis, film ini didukung oleh visual yang hangat dengan nuansa yang tenang. Penggunaan pencahayaan yang lembut serta pengambilan gambar yang sederhana membuat suasana cerita terasa lebih intim. Dialog yang digunakan juga terasa natural, sehingga emosi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton.
Namun, sebagai film berdurasi panjang, alur cerita pada beberapa bagian terasa sedikit lambat. Beberapa adegan tampak berulang dan tidak terlalu mendorong perkembangan konflik secara signifikan. Hal ini dapat membuat penonton kehilangan fokus di beberapa bagian.
Selain itu, konflik yang dihadirkan cenderung bersifat personal dan tidak terlalu kompleks. Meskipun hal ini mendukung suasana intim dalam cerita, sebagian penonton mungkin mengharapkan dinamika yang lebih kuat.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Sore merupakan film yang menghadirkan kisah tentang cinta, kesabaran, dan proses perubahan dengan pendekatan yang sederhana namun bermakna. Film ini menunjukkan bahwa dalam sebuah hubungan, usaha untuk membuat seseorang menjadi lebih baik tidak selalu berjalan mudah.
Melalui karakter Natan dan Sore, penonton diajak memahami bahwa perubahan sejati harus datang dari dalam diri sendiri. Namun, kehadiran orang lain tetap memiliki peran penting dalam mendorong proses tersebut. Kesabaran Sore dalam menghadapi Natan menjadi gambaran bahwa cinta tidak hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang usaha dan ketulusan.
Penulis bernama Shafna, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Pendidikan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Sara Salsabila










