Artikel | DETaK
Berpuasa merupakan aktivitas yang berharga dan mendatangkan berbagai keuntungan, baik dari sisi spiritual dan juga kesehatan. Namun tak sedikit individu khususnya mereka dengan riwayat sakit maag, merasa khawatir saat melaksanakan puasa. Nyeri di bagian atas perut, rasa mual, dan perut kembung bisa saja muncul jika lambung dibiarkan kosong terlalu lama. Tentunya keadaan ini membuat banyak orang yang menderita sakit maag merasa ragu sejauh mana mereka bisa menjalani puasa dengan nyaman.
Namun sebenarnya, mereka yang memiliki maag masih bisa menjalani puasanya, asalkan memperhatikan kondisi tubuh dan apa yang dibutuhkan oleh tubuhnya, misalnya dengan menjaga pola makan yang sehat. Memilih makanan ketika sahur dan berbuka sangat berpengaruh bagi penderita maag. Para penderita maag harus memilah makanan apa yang sesuai dengan kondisi tubuh, mengatur waktu makan dan juga menghindari kebiasaan yang memicu peningkatan asam lambung. Dengan persiapan yang matang dan pola hidup yang teratur, puasa tidak hanya bisa dilakukan dengan aman, tetapi juga berpotensi melatih kebiasaan makan menjadi lebih disiplin.

Dalam artikel ini, akan dibagikan beberapa tips sederhana dan mudah diterapkan agar penderita maag tetap bisa berpuasa dengan aman dan nyaman.
1. Tidak Makan Secara Berlebihan
Konsumsilah makanan dalam jumlah yang wajar saat sahur dan berbuka puasa. Banyak orang beranggapan bahwa saat sahur dan berbuka, harus mengonsumsi makanan sebanyak mungkin untuk mengatasi lapar, namun sebenarnya mengonsumsi makanan yang berlebihan justru memaksa lambung bekerja lebih keras. Hal ini dapat menyebabkan perut menjadi kembung, penuh, dan tidak nyaman. Dianjurkan untuk menikmati makanan dalam porsi yang pas dan tidak berlebihan. Disarankan untuk memulai dengan makanan yang ringan terlebih dahulu, kemudian diberi jeda sebelum menyantap hidangan utama. Selain itu, cobalah untuk makan secara perlahan agar proses pencernaan berlangsung dengan baik.
2. Jangan Makan Terburu-buru
Saat sahur atau saat berbuka, banyak orang makan dengan cepat karena takut terlambat imsak atau sudah terlalu lapar. Padahal, makan terlalu cepat membuat kita kurang mengunyah makanan dengan baik. Akibatnya, lambung harus bekerja lebih keras untuk mencerna makanan, dan ini bisa memicu sakit maag. Supaya tidak terburu-buru, cobalah bangun lebih awal saat sahur agar punya waktu makan yang cukup. Mulailah dengan minuman hangat dan makanan ringan, lalu beri jeda sebelum makan utama. Saat berbuka pun, usahakan makan secara perlahan agar lambung bisa menyesuaikan diri setelah seharian kosong.
3. Jauhi Makanan dan Minuman yang Menyebabkan Maag
Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan produksi asam lambung. Misalnya, makanan berminyak, gorengan, makanan cepat saji seperti sosis dan pizza dan beberapa makanan yang sangat asam. Minuman seperti kopi, teh, dan minuman berkarbonasi juga mampu memperburuk masalah maag. Oleh karena itu, sebaiknya memilih makanan yang lebih ringan dan mudah dicerna. Dengan menghindari jenis makanan serta minuman yang berpotensi memicu, kemungkinan maag kambuh saat berpuasa dapat diminimalisir.
4. Pilih Jenis Makanan dan Metode Memasak yang Sesuai
Orang yang mengalami maag perlu lebih cermat dalam memilih makanan. Untuk sumber karbohidrat, nasi dan oatmeal dapat menjadi pilihan yang relatif aman karena membantu menyerap asam lambung. Untuk sumber protein, sebaiknya memilih makanan rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit dan ikan. Buah yang tidak asam, seperti pisang, apel, dan pir, juga lebih aman untuk dikonsumsi. Selain jenis makanan, metode memasak juga berperan penting. Makanan sebaiknya dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang agar lebih ramah bagi lambung.
5. Jangan Langsung Tidur Setelah Makan
Setelah sahur, banyak orang memilih untuk kembali tidur sebelum melakukan aktivitas. Namun tidur segera setelah makan dapat menyebabkan naiknya asam lambung dan menimbulkan rasa tidak nyaman di area dada atau tenggorokan. Disarankan untuk memberi jarak sekitar 30-60 menit sebelum rebahan. Jika benar benar merasa mengantuk, posisikan tubuh setengah duduk dengan kepala lebih tinggi dibandingkan perut menggunakan bantal supaya makanan tidak naik ke tenggorokan.
6. Atasi Stres dan Emosi
Stres serta emosi yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu masalah lambung. Saat berpuasa, sangatlah penting untuk tetap bersikap tenang dan mengelola emosi dengan baik. Apabila sedang merasa lelah, tekanan akibat tugas kuliah atau apapun itu, ambil waktu sejenak untuk beristirahat. Cobalah teknik pernapasan, melakukan peregangan ringan, atau melakukan relaksasi sederhana agar tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.
Penderita maag tetap bisa menjalankan puasa dengan nyaman asalkan menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat dan terjaga. Kuncinya adalah tidak berlebihan, memilih makanan yang tepat, serta mengelola stres dengan baik. Pahami kondisi tubuh dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika keluhan asam lambung muncul agar puasa tetap berjalan dengan lancar.
Penulis bernama Putri Balqis, Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Zalifa Naiwa Belleil










