
Ade Irma Aprianti & Zikni Anggela | DETaK
Darussalam–Komisi Pemilihan Raya (KPR) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar wawancara bakal calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) pada Sabtu, 21 Februari, di ruang KPR USK. Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian penjaringan calon dalam pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) USK tahun 2026.
Ketua Umum KPR, Ghufran Shidqi Sufianda, menjelaskan bahwa mekanisme penjaringan diawali dengan sosialisasi kepada seluruh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dari tiap fakultas.

“Kami mengadakan sosialisasi dan mengundang seluruh perwakilan BEM serta DPM setiap fakultas. Dalam sosialisasi ini, kami memaparkan hal-hal yang dibutuhkan untuk berjalannya pemira tahun ini,” ujarnya.
Berkaca dari pemira tahun lalu terkait antusiasme mahasiswa, KPR terus berusaha dengan berfokus pada optimalisasi media sosial sebagai sarana sosialisasi dan edukasi mengenai pemira.
“Dari KPR sendiri, kami punya sosial media, jadi fokusnya di sosial media dengan tujuan ingin menunjukkan bahwa KPR aktif setiap tahunnya,” jelasnya.
Adapun mengenai evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, Ghufran menyebut pihaknya akan berpedoman pada ketetapan dan aturan yang telah ditetapkan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan.
Salah seorang bakal calon DPM dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Muhammad Alfhat Ghifari, mengaku telah mempersiapkan berkas persyaratan sesuai arahan panitia. Ia juga memaparkan visi misi prioritas yang ia usung.
“Visi misi prioritas saya yaitu menuju legislator yang lebih baik, hebat, kuat, dan bermartabat,” ungkapnya.
Sementara itu, calon DPM lainnya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Islam, Azizul, menyebut tantangan utama terletak pada pengumpulan massa serta kesiapan tim pendukung.
“Dari massa yang harus kita kumpulkan, dari orang yang harus kita persiapkan, juga kapasitas dari orang-orang tersebut, sehingga pemira ini dapat berjalan baik,” jelasnya.[]
Editor: Naisya Alina









