Beranda Terkini HIMASIO USK Gelar Talk Show Peran Perempuan dalam Politik dan Pembangunan Damai

HIMASIO USK Gelar Talk Show Peran Perempuan dalam Politik dan Pembangunan Damai

BERBAGI
Penyampaian materi oleh pemateri Talk Show “20 Tahun Perdamaian Aceh: Refleksi Peran Perempuan dalam Pembangunan Politik Inklusif dan Pendidikan Damai”.07/11/2025.(Defi Ulantari[AM]/DETaK)

Zahra Zakya Attamy [AM] & Defi Ulantari [AM] | DETaK

Darussalam-Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASIO) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Talk Show bertajuk “20 Tahun Perdamaian Aceh: Refleksi Peran Perempuan dalam Pembangunan Politik Inklusif dan Pendidikan Damai” di panggung utama Gelanggang Mahasiswa USK, Banda Aceh pada Jumat, 7 November 2025.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber perempuan inspiratif, yakni Hj. Kartini Nyak Itam (Direktur Utama PT Cempaka Lima), Raihal Fajri (Direktur Eksekutif Katahati Institute), Nurul Akmal (politikus perempuan Aceh sekaligus pakar advokasi kebijakan) 

Iklan Souvenir DETaK

Dalam pemaparannya, Hj. Kartini Nyak Itam menekankan perempuan Aceh memiliki peran penting sebagai pembina generasi penerus bangsa. Karena itu, menjaga kedamaian menjadi hal yang perlu dilakukan bersama agar perempuan dapat semakin berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Perempuan Aceh adalah pembina generasi penerus bangsa. Mari sama-sama kita jaga kedamaian agar suara perempuan semakin kuat dan bisa berkontribusi dalam pembangunan daerah,”ujarnya.

Sementara itu, Raihal Fajri menyoroti masih terbatasnya ruang bagi perempuan untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan publik. Ia menyayangkan minimnya keterlibatan perempuan dalam lembaga seperti dewan ekonomi dan baitul mal.

“Banyak perempuan yang berjuang sejak masa konflik, tapi peran mereka sering diabaikan dalam narasi sejarah. Kami ingin perempuan kembali berinovasi dan berkontribusi untuk Aceh,”ungkapnya.

Pemateri ketiga, Nurul Akmal mengajak generasi muda terkhusus perempuan tidak seharusnya lagi terjebak dalam cara-cara politik lama. Sudah saatnya perempuan Aceh tampil di garda terdepan dalam upaya membangun daerahnya secara mandiri.

“Kita perempuan tidak boleh lagi dibodohi oleh cara-cara politik lama. Sudah saatnya perempuan Aceh berdiri di garda depan untuk membangun daerahnya sendiri,”tegasnya.

Ia juga memperkenalkan Partai Perjuangan Aceh yang digagas sebagai wadah perjuangan politik perempuan. Talk Show ini menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya peran perempuan dalam menjaga perdamaian dan membangun Aceh yang inklusif dan berkeadilan. []

Editor: Amirah Nurlija Zabrina