Resensi | DETaK
Identitas Buku
Judul: La Tahzan, Jangan Bersedih!
Penulis: DR. ‘Aidh al-Qarni
Penerjemah: Samson Rahman
Penerbit: Qisthi Press
Tahun terbit: 2003
Tebal: 571 Halaman
ISBN 979-3715-05-7
Harga: Rp145.000,00-
Tentang Penulis

DR. ‘Aidh al-Qarni adalah seorang ulama, penulis, dan penceramah yang berasal dari Arab Saudi. Sebelum ia dikenal luas melalui karya-karyanya yang berisi motivasi spiritual berdasarkan ajaran Islam tersebut ia pernah dijebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan yang tidak adil. Namun, hal tersebut tidak menghentikannya untuk menuliskan buku-buku yang sangat memotivasi, dan kabar baiknya, ketika ia keluar dari penjara, tulisan-tulisannya tersebut mendapatkan sambutan hangat oleh masyarakat Saudi Arabia. Selain La Tahzan, ia juga menuliskan buku-buku lain seperti Jaddid Hayatak dan Anta Laa Syai’a. Dr. ‘Aidh al-Qarni merupakan lulusan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud dan dikenal sebagai penulis yang memiliki gaya bahasa yang menyentuh dan penuh hikmah.
Sinopsis
Buku La Tahzan adalah karya motivasi Islami yang mengajak pembaca untuk tidak larut dalam kesedihan, kecemasan, maupun penyesalan. La Tahzan menawarkan terapi yang lebih dekat dengan al-Qur’an dan Sunnah, ketimbang renungan-renungan reflektif semata untuk memotivasi pembaca agar bersyukur, bersabar, dan berpikir positif dalam menjalani hidup. Penulis menekankan bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. La Tahzan menjadi buku terlaris di Timur Tengah, buku ini telah terjual lebih dari satu juta eksemplar. Pesan utama dalam buku ini adalah “jangan bersedih, karena Allah selalu bersama kita.”
Tentang Buku
La Tahzan, Jangan Bersedih! adalah buku motivasi Islami berdasar pada ayat-ayat dalam al-Qur’an, sunnah, bait-bait syair, pengalaman dan hikmah, serta berbagai perumpamaan dan kisah-kisah. Buku ini menekankan kepada pembaca agar tidak terus-menerus melawan arus kehidupan, menentang takdir, mendebat manhaj yang telah digariskan dan mengajak pembaca agar yakin dengan semua potensi dalam dirinya, menenangkan hati, serta menjadi penyemangat hidup bagi siapa pun yang sedang merasa dalam situasi sulit.
Buku La Tahzan menjadi pengingat kepada kita agar terus bergembira, berbahagia, menumbuhkan sikap optimis dan tenang, serta jalani hidup apa adanya dengan penuh keikhlasan dan ketulusan. Setiap bab yang ada di buku ini berdiri sendiri dan dapat dibaca secara acak oleh para pembaca sesuai dengan keinginannya. Berikut poin-poin penting yang dapat dipetik dalam buku La Tahzan, antara lain:
- Hidup ini bukan untuk ditangisi. Tangisan yang dikeluarkan tidak dapat menyelesaikan permasalahan kita. Tutuplah pintu bayangan masa lalu yang tak dapat diubah dan hilangkan khayalan masa depan yang belum pasti terwujud itu, dan fokuslah pada hidup kita dalam detik-detik pada hari ini.
- Bersyukur atas nikmat yang ada agar tidak terjebak dalam ruang keluhan. Hadapi kehidupan ini apa adanya, kendalikan jiwa kita untuk selalu menerima dan menikmati yang kita punya. Sebab, hidup yang kita jalani sekarang merupakan kehidupan yang selalu diimpikan orang lain.
- Ketenangan jiwa didapatkan dengan mengingat Allah. Berzikir merupakan kunci ketenangan jiwa, dengan berzikir kepada Allah awan ketakutan, kesedihan, dan kecemasan dapat sirna. Semakin banyak kita mengingat Allah maka kita semakin terbuka, hati kita tenteram, dan jiwa kita semakin tenang serta damai.
- Carilah kebahagiaan dalam diri sendiri bukan dalam diri orang lain. Al-Mutannabi pernah berkata, “Orang berakal menderita dalam kenikmatan karena akalnya, sedangkan orang bodoh bahagia dalam kesusahan”. Setiap orang pasti mempunyai persepsinya sendiri mengenai kebahagiaan.
- Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Jangan pernah merasa tertekan oleh keadaan karena setiap keadaan pasti berubah, walaupun setiap keadaan berubah pada waktu-waktu tertentu percayalah bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan.
Kelebihan
Buku La Tahzan bersifat umum dan tidak terkhusus pada kelompok tertentu, walaupun pesan yang dituliskan lebih bersifat Islami tetapi semua kalangan dapat membacanya untuk menjadi renungan diri. Buku ini kaya motivasi di setiap baitnya penuh dengan makna yang mendalam, tak hanya motivasi saja tetapi juga disertai dengan trik-trik dalam mengatasi permasalahan yang sering terjadi pada diri manusia. Bisa dikatakan juga, buku ini bagaikan kotak P3K yang sangat kita butuh dikala kecemasan, kekhawatiran, dan kesedihan melanda diri kita. Adanya pengulangan pembahasan untuk memastikan bahwa kita sudah benar-benar memahami materi sebelumnya.
Kekurangan
Buku La Tahzan menggunakan banyak pengandaian dalam setiap bait-baitnya sehingga harus benar-benar direnungi agar dapat dipahami lebih mendalam. Karena buku ini awalnya menggunakan Bahasa Arab lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, bahasa yang digunakan di beberapa kata lumayan baku. Dalam penyebutan ayat-ayat atau surat al-Qur’an dan Hadits tidak menyebutkan nomor surat serta perawi hadisnya. Hal tersebut dilakukan agar tulisan ini ringkas dan tidak banyak pengulangan kata-kata.
Penulis bernama Neni Raina Mawaddah, Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Cut Irene Nabilah






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


