Beranda Terhangat USK Dorong Mahasiswa Manfaatkan Program Magang Berdampak Sebagai Kegiatan di Luar Kampus

USK Dorong Mahasiswa Manfaatkan Program Magang Berdampak Sebagai Kegiatan di Luar Kampus

BERBAGI
Kepala Bagian Pembelajaran dan MBKM DPP (Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran) USK, Muhammad Syukri menjelaskan saat diwawancarai oleh Tim DETaK USK. 8/8/2025. (Dok. Pribadi)

Zikni Anggela & Fathimah Az Zahra | DETaK

Darussalam–Universitas Syiah Kuala (USK) mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan program Magang Berdampak, yang merupakan transformasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program ini memberi peluang mahasiswa berkegiatan di luar kampus dengan pengakuan Satuan Kredit Semester (SKS) sehingga tidak mengganggu masa studi.

Kepala Bagian Pembelajaran dan MBKM DPP (Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran) USK, Muhammad Syukri mengatakan konsep MBKM sudah berjalan sejak 2019 dengan tujuan memberikan pengakuan akademik terhadap kegiatan mahasiswa di luar program studi. 

Iklan Souvenir DETaK

“Dulu, mahasiswa yang ikut pertukaran pelajar atau magang tidak dihargai SKS-nya, sehingga semester tersebut dianggap kosong. Sekarang diakui melalui konversi, agar masa studi tidak molor,” ujarnya.

Syukri menjelaskan, program ini lahir karena mayoritas lulusan sarjana Indonesia bekerja di luar bidang ilmunya. 

“Sekitar 80 persen lulusan tidak bekerja sesuai jurusan. Yang dibutuhkan bukan hanya ijazah, tetapi keterampilan tambahan, wawasan, dan kemampuan komunikasi. Itu bisa diperoleh dari kegiatan di luar kampus,” jelasnya.

Magang Berdampak nasional terbuka untuk semua perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Namun, kuotanya terbatas. Di USK, tahun ini ada 992 pendaftar, tetapi hingga kini baru empat peserta yang dikonfirmasi lulus. Untuk mengantisipasi hal tersebut, USK memberi kewenangan fakultas dan program studi mencari mitra sesuai bidang masing-masing, baik yang sudah maupun belum memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan kampus.

Program ini dapat diikuti mahasiswa diploma dan sarjana dari seluruh program studi, termasuk kesehatan yang sebelumnya dikecualikan. Pendaftaran dibuka mulai semester lima dengan syarat IPK minimal, surat izin prodi dan orang tua, serta kesepakatan konversi mata kuliah dengan dosen wali. 

“Ketua prodi berhak memberi izin atau melarang mahasiswa ikut program, tapi harus dengan alasan yang jelas, misalnya IPK rendah atau alasan kesehatan,” tuturnya.

Mitra magang diprioritaskan yang telah bekerja sama dengan USK, namun terbuka kemungkinan menjalin kerja sama baru. Proses MoU tidak harus tatap muka, tetapi bisa dilakukan secara daring atau melalui surat-menyurat.

Kendala terbesar program ini di USK adalah keterbatasan kuota nasional dan pendanaan. Sebelumnya, rektorat memberi dukungan 2 juta per mahasiswa untuk program nasional dan Rp10 juta untuk program internasional. Kini, pembiayaan diserahkan kepada fakultas, meski rektorat masih memberikan bantuan untuk kegiatan internasional.

Informasi jadwal dan pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram resmi Kampus Berdampak USK. 

“Prinsipnya, kami ingin mahasiswa mendapat pengalaman terbaik tanpa mengorbankan masa studi. Silakan manfaatkan peluang ini,” tutupnya. []

Editor: Cut Irene Nabilah