Rossdita Amallya | DETaK
Darussalam – Dalam rangka memperingati World Migratory Bird Day 2022, Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP USK) Bersama Aceh Birding Club mengadakan seminar dengan tema “Dim The Light for Birds at Night” pada Sabtu, 21 Mei 2022 di Auditorium Lt. 3 FKIP USK. Seminar ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian acara lainnya, yaitu, lomba video pendek, lomba desain poster, dan pengamatan burung bersama.
Acara seminar ini dihadiri oleh Ketua Jurusan Pendidikan Biologi, Muhibbuddin, tiga pemateri yaitu Dosen FKIP Biologi USK, Abdullah, pengamat burung Tedi Wahyudi, dan peneliti burung Yuri Gagarin, serta 60 peserta yang mengikuti seminar.

Muhammad Fauzi selaku Ketua Panitia seminar menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mengedukasi para mahasiswa dan masyarakat umum mengenai konservasi burung. Serta memberi sedikit pemahaman agar kita sadar akan kehadiran burung-burung yang bermigrasi.
“Acara ini bertujuan untuk mengedukasi, khususnya bagi para mahasiswa Biologi juga kepada masyarakat umum mengenai konservasi burung. Nah, ini kan tentang burung bermigrasi, Ketika burung-burungnya bermigrasi, apakah burungnya akan selamat sampai ke tempatnya? Jadi kami ingin mengedukasi, mencoba memberi sedikit pemahaman agar kita menjadi sadar akan kehadiran burung-burung migrasi tersebut,” jelas Fauzi.
Fauzi juga berharap peserta yang mengikuti seminar dapat mengikuti acara pengamatan burung. Jikalau mereka tidak mengikuti acara pengamatan, setidaknya mereka paham untuk tidak menganggu burung-burung yang bermigrasi.
“Harapannya setelah mengikuti seminar ini, peserta bisa mengikuti acara pengamatan burung. Selanjutnya, setelah seminar ini, walaupun tidak mengikuti pengamatan, setidaknya yang ikut seminar ini menjadi paham atau tahu bahwa burung-burung yang kita jumpai itu bukan hanya burung-burung Indonesia. Jadi untuk konservasi atau keterjagaannya sendiri kita bisa memisahkannya untuk tidak menganggu burung-burung yang bermigrasi,” imbuh Fauzi.
Adapun Lia Nur Afrija selaku perwakilan dari Aceh Birding Club menjelaskan bahwa acara ini penting dalam upaya mengajak masyarakat Aceh untuk lebih menjaga tempat burung bermigrasi dari luar.
“Kenapa acara ini penting, karena kan tema kita world migratory bird jadi nggak semua daerah dikunjungi oleh burung dari luar. Nah, kita sebagai anak-anak Aceh terutama yang berasal dari pesisir barat selatan itu salah satu yang memiliki potensi. Jadi sudah survey beberapa tempat itu di situ terdapat beberapa jenis burung migrasi jadi tidak hanya anak-anak pecinta burung nih yang kita ajak, kita juga mengajak orang luar dalam upaya supaya masyarakat Aceh ini lebih menjaga tempat burung bermigrasi dari luar, makanya kami berinisiatif membuat acara ini,” ucap Lia.
Lia berharap semoga dari kegiatan ini semakin banyak para generasi muda yang cinta kepada lingkungannya sehingga dapat menjaga habitat yang digunakan burung untuk bermigrasi.
“Semoga dari kegiatan ini, semakin banyak para generasi muda yang cinta kepada lingkungannya sehingga dijaga nih habitat yang digunakan oleh burung tersebut sehingga burung itu tiap tahun bermigrasi,” harapnya.[]
Editor: Amanta Haura










