Beranda Artikel Safari Ramadhan, Sebuah Perjalanan dan Ekspedisi Spiritual

[DETaR] Safari Ramadhan, Sebuah Perjalanan dan Ekspedisi Spiritual

BERBAGI
Ilustrasi. {Wendi Amiria/DETaK)

Artikel | DETaK

Kata safari dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) memiliki makna perjalanan atau wisata. Makna dari safari lebih lengkapnya adalah menjangkau tempat-tempat yang terjauh sekalipun, atau di tempat-tempat yang berada di pedalaman. Bisa dikatakan bahwa safari Ramadhan adalah sebuah kegiatan yang dikoordinasi secara berkelompok untuk berkegiatan ekspedisi guna mencapai dan menggapai kemuliaan serta keutamaan bulan suci Ramadhan.

Dalam kegiatan safari Ramadhan, biasanya akan mempelajari dan memecahkan persoalan-persoalan atau problem yang selama ini masih menjadi kendala bagi masyarakat. Bulan Ramadhan adalah sebuah momen yang baik untuk menjalin kebersamaan antar sesama muslim, seperti salat tarawih dan witir berjamaah, bertadarus, ceramah subuh dan ceramah ba’da isya menjelang salat tarawih, dan sebagainya.

Iklan Souvenir DETaK

Semua ini dihimpunkan dalam wadah kebersamaan yang disatukan dalam ikatan silaturahim. Dan pada bulan ini juga, hati tiap-tiap seorang Muslim terlihat begitu pemaaf, lapang, dan juga memiliki semangat persaudaraan yang tinggi. Tak salah jika bulan Ramadhan ini adalah bulan silaturahim, yakni saat-saat di mana kita sangat terbuka untuk menjalin hubungan sosial yang jauh, renggang, bahkan terputus.

Silaturahim pada bulan Ramadhan ini sangat mudah untuk dijalani dikarenakan alasan keagamaan yang kuat tanpa harus merasa kehilangan jati diri. Apa makna silaturahim di bulan Ramadhan? Sebenarnya silaturahim tak memiliki makna spesifik. Dalam Alquran dan Hadits begitu banyak yang mengulas tentang ini. Salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang populer diantaranya adalah:

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya dari pada shalat dan puasa?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal shaleh yang besar pahalanya. Barang siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan.” (HR. Bukhari-Muslim).

Pesan Rasulullah SAW soal silaturahim ini menunjukkan bahwa betapa seseorang yang mendamaikan antar saudara yang sedang bertikai  atau bertengkar sangat diapresiasi dalam bentuk diberi pahala yang lebih besar oleh Allah SWT. Dengan demikian, keberadaan kita sebagai makhluk sosial harus memberikan manfaat kepada orang lain. Sebagai makhluk sosial kita pasti membutuhkan interaksi dengan sesama.

Dan tentu, momen bulan suci Ramadhan ini adalah saat yang tepat untuk kita melakukan safari Ramadhan dengan tujuan membantu dan meringankan beban hidup saudara Muslim kita yang sedang dalam kesusahan. Safari Ramadhan juga merupakan bentuk ekspedisi spiritual kita, yaitu agar kita semakin dekat dengan sesama saudara Muslim dan juga semakin dekat dengan Allah SWT.[]

Penulis bernama Teuku Ichlas Arifin, mahasiswa Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan salah satu anggota di UKM Pers DETaK.

Editor: Amanta Haura