Rossdita Amallya | DETaK
Darussalam – Pemilihan Raya (Pemira) telah diselenggarakan sejak Jumat, 22 April 2022 sampai Sabtu, 23 April 2022 dengan menggunakan sistem E-Voting yang dapat diakses melalui website voting.unsyiah.ac.id.
Fajrol Islami, Sekretaris Divisi Seleksi Pemira menjelaskan bahwa hingga saat ini website belum mengalami Error. Namun, ada beberapa mahasiswa yang mengatakan tidak dapat memilih, disebabkan oleh adanya permintaan lokasi pemilihan. Hal ini dilakukan dengan tujuan menghindari hal-hal yang berpotensi menjadi masalah ke depannya.

“Alhamdulillah sampai saat ini website belum error, tetapi mungkin ada beberapa juga teman-teman mengatakan kenapa nih nggak mau terpilih, karena pada saat pengisian e-vote, itu juga ada diminta lokasi pemilihan. Itu maksudnya bukan untuk melanggar hak pribadi karena itu kan lokasi bisa dimana aja kan. Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang berpotensi menjadi masalah ke depannya,” jelasnya.
Fajrol melanjutkan, permintaan izin lokasi ini mungkin menjadi kendala ketika izin ini ditolak maka akhirnya website menolak pula pemilihannya.
“Mungkin karena minta izin lokasi ni tadi menjadi kendala. Mungkin karena di tolak akhirnya webnya menolak pemilihan,” kata Fajrol.
Kemudian, ia melanjutkan bahwa website dibuka secara berkala selama dua hari tanpa tuntutan untuk mengisi secepatnya. Oleh karena itu, kemungkinan website down itu kecil, namun tidak menutup kemungkinan bahwa website bisa down.
“Ini kan kita buka websitenya secara berkala, selama dua hari. Nggak ada tuntutan harus isi secepatnya. Oleh karenanya untuk kemungkinan websitenya down itu kecil, tetapi kami tidak mengatakan tidak mungkin tidak down.” ungkapnya
Terakhir, Fajrol menambahkan bahwa jika website down, maka mereka harus mengkoordinasikannya dengan pihak ICT. Jika memang down akibat sistem kelebihan muatan, maka ada beberapa opsi yang mungkin menjadi solusi, yaitu menambah waktu sesuai dengan berapa lama sistem tersebut down atau tetap jalan sesuai timeline yang ditentukan apabila sistem kembali berjalan. Mereka sudah ada Langkah-langkah untuk mengantisipasi risiko tersebut.
“Kalau down, kami harus koordinasi dengan pihak ICT, kami tanya, kenapa down? Kalau memang nanti sistemnya kelebihan muatan nanti kami akan merapat bersama. Jika betul-betul down apakah mungkin opsinya bisa jadi kita tambah waktu sesuai dengan berapa lama sistemnya down ataukah nanti yang kedua langkahnya sistemnya udah mau ni, apakah kami tetap jalan sesuai timeline. Kami juga ada Langkah-langkah untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut.” tutupnya.[*]
Editor: Amanta Haura










