Beranda Terhangat Kuliah Luring di Bulan Ramadhan, Begini Tanggapan Mahasiswa Baru USK

Kuliah Luring di Bulan Ramadhan, Begini Tanggapan Mahasiswa Baru USK

BERBAGI
Ilustrasi. (Selma Alifah/DETak)

Selma Alifah | DETaK

Darussalam – Sejalan dengan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2022 tentang tindakan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK), sejumlah fakultas di USK mulai memberlakukan kuliah secara luring saat bulan Ramadhan 1443 H terutama bagi Mahasiswa baru angkatan 2021 pada Senin, 4 April 2022 kemarin.

Menindaklanjuti surat edaran tersebut, sejumlah fakultas di USK mengeluarkan kebijakan mengenai pelaksanaan pembelajaran angkatan 2021 yang dilakukan secara luring, termasuk pada bulan Ramadan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 selama beraktivitas baik di kampus maupun di luar kampus.

Iklan Souvenir DETaK

Perkuliahan yang dilakukan secara luring pada bulan puasa ini menciptakan berbagai tanggapan dari Mahasiswa/i angkatan 2021, salah satunya Anindya Fitri Syahra, mahasiswi jurusan Statistika, Fakultas MIPA. Menurutnya, meski kuliah luring sedikit melelahkan, terutama di bulan puasa, kuliah luring dapat membangkitkan semangat ketika adanya interaksi dengan dosen, berbeda ketika berkuliah secara daring.

“Alhamdulillah kuliah hari ini dapat berjalan dengan lancar walaupun dalam keadaan puasa, tetapi tetap semangat. Kebetulan tadi Anin masuk mata kuliah hanya 1 SKS jadi tidak terlalu terasa melelahkan,” ungkap Anindya.

“Selama Anin menjalani luring hal yang paling berbeda itu suasana kampus kak, karena biasanya kalau luring sebelum puasa rame mahasiswa yang datang ke kampus, dan waktu Anin masuk luring puasa itu sepi kak karena tadi yang masuk itu cuma kelas kami yang lainnya daring. Mungkin juga karena masih awal puasa, gaktau kalo nanti udah di pertengahan puasa.” Sambungnya.

Cut Raihan Inayatillah, salah satu mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini mengaku tidak merasakan perbedaan yang signifikan ketika berkuliah luring dan berpuasa selain dari sedikitnya jumlah mahasiswa yang datang ke kampus.

“Aku sih agak memberatkan dijarak antara rumah ke kampus, keluhan kalo luring cuma itu capek pulang pergi, sampe disana enjoy aja sih gak ada masalah. Apalagi harini kelas pagi, kalo kelas siang mungkin aja pada lemes, ni karena pagi gak terlalu beda kali,” jelas Raihan.

Sebelumnya, Berdasarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tindakan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK), kegiatan perkuliahan program sarjana dan diploma angkatan 2021 dilakukan secara tatap muka mulai tanggal 7 maret 2022 lalu, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Anak 2021 kan anak baru, mahasiswa baru, orang itu belum tau apa-apa tentang yang namanya perkuliahan. belum dapat kawan, belum tau pun kampus dia sendiri yang mana. belum tau lingkungan belajar sama dosen tu gimana, makanya orang itu yang diutamakan, lebih ke untuk mengenal dunia kuliah sih bukan karena materi,” ungkap Raihan.

Ia juga menambahkan bahwa kuliah luring lebih efektif dibandingkan kuliah secara daring jika dilihat dari segi materi. Raihan merasa kebijakan tersebut bertujuan khususnya Mahasiswa angkatan 2021 dikarenakan mereka belum mengetahui lingkungan kampus dan bersosialisasi disecara langsung. []

Edtor: Aisya Syahira