Artikel | DETaK
Puasa Ramadhan merupakan puasa yang dilaksanakan oleh seluruh umat Muslim hanya pada bulan Ramadhan. Jumlah hari puasa Ramadhan antara 29 dan 30 hari. Puasa dilakukan dengan cara menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan atau hari pertama dimulainya puasa, ada cara-cara yang dapat dilakukan. Di Indonesia, ada dua cara untuk menentukan atau menandakan awal dimulainya puasa Ramadhan, yaitu rukyatul hilal dan hisab.
- Rukyat

Rukyat adalah lafadz bahasa Arab yang berarti melihat. Adapun istilah rukyatul al-hilal dalam konteks penentuan awal bulan Ramadhan adalah melihat hilal dengan mata telanjang atau dengan menggunakan alat yang dilakukan setiap akhir bulan atau tanggal 29 bulan Syaban pada saat matahari terbenam.
Jika hilal berhasil dirukyat, sejak malam itu sudah dihitung tanggal satu bulan baru (Ramadhan). Tetapi jika tidak berhasil dirukyat, maka malam itu dan keesokan harinya masih merupakan bulan yang sedang berjalan, sehingga umur bulan tersebut disempurnakan 30 hari yang terkenal dengan istilah istikmal. Awal bulan puasa dapat ditetapkan apabila ketinggian posisi hilal telah memenuhi kriteria imkanur rukyah dan kemungkinan hilal terlihat. Kriteria tersebut dapat diperoleh apabila kenampakan hilal telah berada di ketinggian 2 derajat.
- Hisab
Secara etimologis, hisab berasa dari bahasa Arab al-hasb yang berarti bilangan atau hitungan. Dalam terminologi, istilah hisab sering dihubungkan dengan ilmu hitung (arithmetic), yaitu suatu ilmu pengetahuan yang membahas tentang seluk beluk perhitungan.
Hisab dalam penentuan awal bulan Ramadhan didasarkan dengan perhitungan benda-benda langit, matahari, dan bulan. Dengan kata lain, hisab adalah sistem perhitungan awal bulan Ramadhan yang berdasarkan pada perjalanan (peredaran) bulan mengelilingi bumi. Dengan sistem ini, kita dapat memperkirakan dan menetapkan awal bulan jauh-jauh sebelumnya sebab tidak tergantung pada terlihatnya hilal pada saat matahari terbenam menjelang masuk tanggal 1 bulan Ramadhan.
Itulah 2 metode yang biasa digunakan untuk menentukan awal masuknya bulan Ramadhan di Indonesia. Muhammadiyah akan menggunakan metode hisab untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan, sementara Nahdatul Ulama (NU) akan melakukan pemantauan awal puasa melalui posisi hilal. []
Penulis adalah Indah Latifa, mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan salah satu redaktur di UKM Pers DETaK.
Editor: Della Novia Sandra


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-238x178.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-238x178.png)


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


