Beranda Artikel Mengenal Kasab Aceh

Mengenal Kasab Aceh

BERBAGI
(Sumber: Ist)

Artikel | DETaK

Kerajinan tangan adalah kegiatan seni atau keterampilan tangan dalam mengolah benda-benda sehingga menghasilkan suatu karya yang tidak hanya indah tetapi juga bernilai. Di Aceh terdapat banyak kerajinan seperti perhiasan, anyaman, kasab, tenun, gerabah, bordir, dan masih banyak lagi. Kali ini penulis akan membahas salah satu kerajinan yaitu kasab aceh.

Kasab aceh sudah dikenal sejak dulu kemudian dikembangkan di pemukiman Dayah Geulumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Kasab atau sering disebut sulaman benang emas merupakan kegiatan menyulam benang emas di atas kain beludru. Biasanya kain beludru yang digunakan berwarna merah, hitam, hijau, dan kuning.

Iklan Souvenir DETaK

Dalam pembuatan sulaman benang emas ini alat dan bahan yang diperlukan ialah kain beludru, benang berwarna emas atau perak, benang jahit biasa, gunting, jarum tangan, dan ram atau pembidangan. Kerajinan ini memerlukan kecermatan dan kesabaran untuk menyulam benang sehingga membentuk suatu motif.

Cara menyulamnya sangat sederhana yang harus dilakukan adalah memuat motif pada kain beludru, setelah itu pasang ram dan mulailah menyulam. Menyulamnya dengan cara mengaitkan benang emas ke atas motif yang telah dibuat dengan menggunakan jarum dan benang biasa. Untuk memperindah bisa ditambahkan dengan manik-manik berwarna emas.

Motif yang dibuat biasanya dipilih dari bentuk flora dan fauna contohnya seperti motif pucok reubong, bungong seulanga, merpati, angsa, dll. Kasab ini banyak digunakan sebagai penghias pelaminan, tirai rumah, karpet, hiasan dinding, sarung bantal, payung, dan penutup plafon.

Nah, sekarang tidak hanya di Daya Geulumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, pengrajin kasab ini dapat kita temui di daerah-daerah lain seperti di Desa Geulumbuk Kecamatan Kluet Selatan Aceh Selatan, Gampong Panton Kecamatan Teunom Aceh Jaya, dan Gampong Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil serta masih banyak daerah-daerah lainnya di Aceh.[]

Penulis bernama Putri Delvina, mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Universitas Syiah Kuala, ia juga salah satu anggota aktif di UKM Pers DETaK.

Editor: Cut Siti Raihan