Hadis Fadillah | DETaK
Tapanuli Tengah adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara dengan ibukotanya adalah Pandan. Lokasinya berbatasan dengan kota Sibolga, Tapanuli Tengah berada di pesisir barat Sumatera Utara. Kabupaten ini ternyata menyimpan cerita sejarah mengenai penjajahan Belanda di wilayah Tapanuli.
Ketika hendak melintas di Jalur Lintas Sumatra dari Tarutung, Tapanuli Utara menuju Kota Sibolga, pengendara biasanya melewati jalan dengan pemandangan unik. Ada dua buah terowongan kembar berbentuk gua yang harus dilintasi. Daerah ini dikenal dengan nama ‘Batu Lubang’. Batu Lubang adalah salah satu peninggalan sejarah yang berada di kawasan Pantai Barat Sumatra. Kawasan jalan lintas ini punya cerita yang menarik untuk diulik.
Ada air terjun di sebelah dinding gua, apabila masuk ke dalam pengunjung akan merasakan tetesan air segar yang terus berjatuhan dari celah dinding batu. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat air terjun yang mengalir tepat berada di sebelah dinding gua. Keberadaan dua gua itu diyakini sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Saat berada di jalur lintas Sumatera, jika pengendara melintas dari Sibolga, akan melewati gua dengan ukuran yang berbeda. Jika dari Kota Sibolga, gua pertama yang dilalui memiliki panjang 40 meter. Sementara untuk gua yang satu lagi memiliki ukuran panjang 20 meter.
Belum ada yang tahu pasti tentang sejarah adanya dua terowongan itu. Namun masyarakat meyakini bahwa gua itu terbentuk sebelum Indonesia merdeka. Keberadaannya diyakini sudah ada sejak tahun 1930-an. Konon, dibuat oleh tenaga penduduk melalui kerja paksa di zaman penjajahan Belanda. Penduduk yang menjadi tahanan perang di zaman kolonial Belanda diperlakukan semena-mena atau yang disebut kerja rodi. Banyak warga yang meninggal saat pembuatan gua itu, berdasarkan cerita masyarakat rakyat Tapanuli yang meninggal saat mengerjakan Batu Lubang dibuang ke jurang dan mayatnya tidak dikubur.
Penjajah memerintahkan penduduk untuk memahat batu lubang yang sebelumnya berbentuk padat dan keras. Batu padat itu dipahat dan dibentuk menjadi lubang oleh masyarakat dengan tujuan agar menjadi jalan yang bisa dilalui oleh tentara Kolonial Belanda saat itu. Memang di bibir gua terdapat tulisan seperti prasasti yang bertuliskan, “Selamat melintas Gua Belanda. Horas Tapteng”.
Masih dari cerita tersebut, di zaman itu masyarakat harus rela menjadi korban. Pekerja harus menerima kekejaman dari kaum penjajah kala itu. Mereka dipaksa untuk terus bekerja hingga kelelahan tanpa istirahat. Tidak sedikit juga dari para pekerja yang meninggal dunia akibat kekejaman yang diterima dari kaum penjajah.
Mitos di balik klakson saat memasuki bibir gua meski masih menyimpan misteri tentang pembuatan gua itu, namun ada kewajiban yang harus diketahui oleh masyarakat jika melewati gua itu. Setiap pengendara diwajibkan harus membunyikan klakson sebelum memasuki bibir gua. Entah itu mitos, tapi itulah yang saat ini masih terus dilakukan oleh pengendara. kejadian mistis pun kerap kali dirasakan pengendara saat melewati gua tersebut, ada yang mendengar manusia menjerit di dalam gua, ada yang melihat bayangan orang, dan ada kejadian motor mogok tiba-tiba di tengah gua.
Tanpa mengesampingkan mitosnya, yang membuat daerah itu berbahaya dan rawan adalah longsor yang kerap terjadi. 2 November 2020 lalu terjadi longsor akibat hujan deras, material longsor berupa lumpur menimbun badan jalan. Akses lalu lintas pun terputus. Selain itu pengendara yang melintas di malam hari harus lebih hati-hati karena tidak adanya penerangan jalan di sekitar.[]
#30HariKilasanSejarah
Editor: Indah Latifa


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-238x178.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-238x178.png)


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


