Beranda Artikel Kue Sapik, Kue Lebaran yang Melegenda di Ranah Minang

[DETaR] Kue Sapik, Kue Lebaran yang Melegenda di Ranah Minang

BERBAGI
Ilustrasi. (Hanifah Safitri/DETaK)

Refly Nofril | DETaK

Tidak terasa lebaran sudah dalam hitungan hari, di mana hari yang penuh sukacita ketika momen berkumpul dengan sanak keluarga. Di hari menjelang lebaran, para ibu rumah tangga biasanya disibukkan dengan pembuatan kue yang akan disunguhkan ketika Hari Raya. Di antara berbagai jenis kue yang telah tersedia saat ini, tidak lupa dengan salah satu kue khas Bumi Ranah Minang yang selalu ada di setiap Hari Raya tiba, kue sapik.

Dinamakan kue sapik karena berkaitan dengan proses pembuatannya, yang mana adonan yang terbuat dari tepung beras dan bahan lainnya ini dijepit (disapik, bahasa Minang) di dalam cetakan besi yang telah diukir dengan motif khas Minang, baru setelah itu dilipat seperti kipas atau digulung.

Dahulu pembuatan kue sapik ini dilakukan di dapur-dapur, di mana ini merupakan suatu ajang bagi anak perempuan dalam suatu keluarga untuk belajar memasak. Namun seiring dengan perkembangan zaman, orang-orang tidak mau dengan proses pembuatan yang memakan waktu, mereka lebih memilih untuk membeli di pasar-pasar tradisional.

Tidak hanya di situ, ragam variasi dari makanan khas ini mulai dikembangkan. Kue sapik yang dulunya hanya terbatas pada rasa yang manis dan gurih, sekarang juga telah tersedia dalam berbagai rasa, seperti rasa kacang, durian, pisang, dan juga telah tersedia dalam berbagai warna, seperti hitam dan hijau yang berasal dari pandan.

Epppsss, tapi rakan tidak perlu khawatir, di sini kami sudah sajikan proses pembuatan kue sapik original, dan untuk rasa bisa ditambahkan sesuai selera. Tapi pastikan dulu rakan sudah mempunyai alat cetakan kue sapik, ya.

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • Tepung beras sejumlah 250 g
  • Tiga butir telur
  • Gula pasir 150 g
  • 450 ml santan
  • Margarin
  • Garam secukupnya
  • Kayu manis secukupnya

Cara pembuatan :

  • Kocok telur hingga tercampur rata
  • Campur gula pasir, tepung terigu dan garam
  • Masukkan telur yang telah dikocok, diaduk sampai rata
  • Masukkan santan sedikit demi sedikit sembari diaduk, sambil ditambahkan kayu manis.
  • Panaskan cetakan
  • Tuang adonanan ke dalam cetakan yang telah dipanaskan
  • Panggang sampai masak sembari sekali-kali dibalikkan, lalu dilipat saat masih panas
  • Tunggu hingga dingin
  • Sajian kue dapat dinikmati

Demikian sekelumit pembuatan kue sapik dari Bumi Ranah Minang. Di Aceh, kue sapik ini disebut dengan kue seupet. Kalau di daerahmu kue sapik ini disebut apa?[]

Iklan Souvenir DETaK

#30HariBercerita