Marini Koto | DETaK
Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al-Quran untuk pertama kalinya yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Peristiwa Nuzulul Quran tahun ini jatuh pada hari Kamis, 29 April 2021, atau bertepatan dengan malam ke-17 Ramadhan tahun 1442 Hijriah.
Kisah pertama kali diturunkan Al-Quran oleh Allah SWT kepada Rasulullah Saw tertuang dalam surah Al-Alaq ayat 1-5 yang diterima Rasulullah melalui perantara malaikat Jibril saat berada di Gua Hira pada tahun 610 M. Secara berangsur-angsur Al-Quran turun kurang lebih selama 23 tahun, sampai pada ayat terakhir yakni surah Al-Maidah ayat 3 di waktu ashar pada hari Jumat di Padang Arafah.
Setelah turunnya ayat ini, Rasulullah kemudian pergi ke Madinah untuk memberitahukan kepada para sahabat bahwa agama Islam telah sempurna dengan turunnya Al-Quran.
Peristiwa turunnya Al-Quran tersebut kini diperingati sebagai malam Nuzulul Quran, malam yang penuh berkah. Di mana para malaikat turun ke bumi untuk memberikan doa kepada orang yang beribadah dan Allah SWT akan melipat gandakan pahala umat-Nya yang beribadah di malam tersebut.
Adapun beberapa amal ibadah yang dapat dilakukan pada malam Nuzulul Quran adalah sebagai berikut.
1. Membaca Al-Quran
Al-Quran mengandung keberkahan di dalamnya. Tidak hanya sekedar membaca, memperhatikan dan mendalami ayat-ayat yang terkandung juga dianjurkan, apalagi saat malam diturunkannya Al-Quran, sehingga dengan ini Al-Quran dapat dijadikan pedoman dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sabda Rasulullah dalam hadis riwayat Ahmad mengatakan,
“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam, dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam.”
2. Ibadah salat malam
Salat malam merupakan sebaik-baiknya salat setelah salat wajib yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Barangsiapa yang salat malam di bulan Ramadan (salat tarawih) karena keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampunkanlah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)
3. I’tikaf
Itikaf merupakan berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan semata-mata ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. I’tikaf harus dilakukan di masjid dan lebih utama dilakukan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Muhammad Saw yang tercantum pada sebuah hadits Dari Ubay bin Ka’ab dan A’isyah, Rasulullah saw beritikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, hingga Allah menjemputnya (wafat).
4. Perbanyak doa, zikir, dan sedekah
Bulan Ramadan merupakan bulan suci dan penuh berkah. Di malam Nuzulul Quran dapat diisi dengan memperbanyak amal kebaikan seperti berdoa, berzikir dan bersedekah, sehingga setiap doa yang dipanjatkan dapat dijabah dan diampuni dosa-dosanya dengan ridho Allah SWT.
“Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Sedekah paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadan.” (HR. Bukhari-Muslim).”[]
#30HariBercerita










