Sri Elmanita & Nada Ariqah | DETaK
Darussalam- Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) telah menugaskan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa untuk melaksanakan kursus bahasa Inggris bagi staf pengajar junior dan para asisten dosen yang direkomendasikan dalam lingkungan kampus untuk angkatan 86 pada Kamis, 10 Januari 2019.
Adapun tujuan diadakannya kursus ini selain meningkatkan kemajuan dalam bahasa Inggris adalah membantu peserta untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi di dalam maupun ke luar negeri.

“Untuk angkatan 86 ini tentunya saya berharap mereka lebih meningkatkan kemajuannya. Berdasarkan pengalaman saya ada beberapa peserta yang memang tampak kemajuannya dari keseriusan belajarnya. Apalagi kita tahu untuk sekarang mendapatkan ilmu yang gratis itu sulit,” ungkap Munilya Maulida selaku Koordinator Pelatihan di Pusat Bahasa.
Saat ditemui tim detakusk.com pada Kamis, 14 Februari 2019, Munilya mengatakan bahwa kursus bahasa Inggris ini akan berlangsung pada Februari hingga April 2019. Jumlah peserta pelatihan tidak dibatasi, tetapi para peserta kursus diharuskan terlebih dahulu mengikuti tes TOEFL untuk menempatkan peserta sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Adapun tes TOEFL ini akan dilaksanakan pada Jumat, 22 Februari 2018 di Ruang Kuliah Umum (RKU) 1 lantai 1.
“Awalnya akan diadakan placement test lalu diakhir kursus akan diadakan lagi post test untuk melihat sejauh mana kemampuan yang telah bertambah dari setiap pesertanya. Tidak ada target khusus dalam setiap tes, yang diinginkan adalah peningkatan dari setiap peserta. Jadi berapapun nilainya di akhir kami akan tetap memberikan sertifikat selama kehadiran cukup yaitu 70% dari seluruh total kehadiran dan juga akan memberikan hasil post test. Sejauh ini dari hasil survei, setiap peserta memperoleh peningkatan yang cukup baik,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa tenaga pengajar sebagian besar berasal dari dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi bahasa Inggris, dan juga ada 2 orang dari staf UPT Bahasa, dan 2 orang penutur asli dari Amerika.
Sejauh ini, UPT Bahasa Unsyiah merencanakan untuk membuka kelas bahasa Jerman. Sebelumnya, tahun lalu telah dibuka kelas bahasa Arab dengan jumlah 1 kelas yang hanya berjalan selama 1 semester karena kurangnya peminat. Jika nantinya ada peminat yang lebih banyak maka kelas akan dibuka lagi.
“Dengan program yang mereka tidak mengeluarkan dana bukan berarti mereka boleh tidak menghargai. Dan lagi saya berharap untuk peserta jika dimulai 28 orang di suatu kelas semoga di akhir juga 28 orang jangan sampai berhenti di tengah-tengah,” harapnya.[]
Editor: Nurul Hasanah










