Indah Latifa, Shahibah Alyani | DETaK
Darussalam – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Putroe Phang Universitas Syiah Kuala kembali mengadakan Koetaradja Fiesta ke VII di pelataran Sekretariat UKM Putroe Phang pada Sabtu malam, 26 November 2022.
Berbagai seni tradisional dan modern turut ditampilankan pada acara ini, di antaranya tari tradisional likok pulo, tari rampoe, tari ratoeh, serta tampilan musik modern dari Rip N Roll Band, Qolqolah Band, dan Vespa Getar Band.

Ketua Panitia Koetaradja Fiesta VII, Muhammad Sandi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan para alumni.
“Sebelumnya Koetaradja Fiesta ini kan merupakan salah satu acara tahunan Putroe Phang, jadi setelah merayakan ulang tahun kami ada perekatan sama alumni-alumni terdahulu, kami silaturahmi kembali. Untuk mempererat silaturahmi antara Siabang satu sampai Siabang terakhir,” ujarnya.
Tema yang diusung dalam Koetaradja Fiesta VII ialah “Stage Village“. Sandi mengungkapkan alasan pemilihan tema ini didasari oleh anggota Putroe Phang yang berasal dari kampung masing-masing, sehingga Putroe Phang menjadi rumah mereka selama berada di Kampus.
“Temanya itu sendiri adalah stage village. Kami kan di Putro Phang ini ada beberapa mahasiswa yang dari kampungnya masing-masing. Jadi inilah rumah kami, Putroe Phang yang kami jadikan sebagai wadah kami untuk mengkreasikan atau melakukan aktivitas kami selama di kampus,” lanjut Sandi.
Salah satu penonton yang hadir, Nur Fadhillah berharap UKM Seni Putroe Phang lebih memeriahkan lagi budaya dan adat Aceh dalam menampilkan pentas-pentas seni mereka.
“Semoga lebih memuaskan lagi untuk menampilkan pentas-pentas seni khususnya untuk memeriahkan adat Aceh juga kan budaya-budaya Aceh. Jadi orang luar juga lebih mengenal adat-adat Aceh,” harapnya.[]
Editor: Sahida Purnama










