Naisya Alina [AM] & Rosti Witanti [AM] | DETaK
Darussalam – Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL) 2025 mengadakan seminar nasional yang bertema Islamic Philantropy and The SDGs: Towards Sustainable and Long-Term Impact pada Sabtu, 11 Oktober 2025 di Aula Dinas Syariat Islam Aceh. Acara ini menghadirkan akademisi, praktisi, dan tokoh filantropi Islam nasional guna membahas kontribusi zakat, infak, wakaf, serta strategi mengembangkan bisnis bagi kalangan muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Beberapa materi telah dipaparkan langsung oleh beberapa pemateri, diantaranya: Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., (Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI), Mohammad Haikal, S.T., M.I.F., (Ketua Badan Baitul Mal Aceh), Prof. Dr. M. Shabri Abd. Majid, S.E., M.Ec., (Akademisi Ekonomi Islam USK) dan Miftah Armia (Penggerak Ekonomi Aceh).

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., selaku keynote speaker menekankan pentingnya strategi pengelolaan zakat yang lebih optimal agar tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap pengentasan kemiskinan.
“Penting bagi kita untuk memiliki strategi pengelolaan zakat yang lebih optimal supaya manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan membantu mengentaskan kemiskinan,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Mohammad Haikal, S.T., M.I.F., menyebutkan Aceh memiliki lebih dari 20 ribu titik wakaf dan terus mendorong penguatan literasi, digitalisasi, dan pemberdayaan produktif di sektor filantropi.
“Kita harus menjalin kerja sama yang lebih luas, termasuk dengan dunia luar,”ucapnya.
Akademisi Ekonomi Islam USK, Prof.Dr. M. Shabri Abd. Majid, S.E., M. Ec., mengangkat isu ekonomi hijau dan kaitannya dengan filantropi Islam.
“Mahasiswa ekonomi Islam harus menjadi pelopor gerakan ekonomi hijau di Aceh” tukasnya.
Adapun pemateri lainnya, Miftah Armia, selaku Penggerak Ekonomi Aceh mengajak generasi muda untuk mempraktikkan filantropi dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nilai berbagi dan kepedulian.
“Mentraktir teman makan juga bentuk sederhana dari filantropi Islam karena didalamnya ada nilai berbagi dan kepedulian” jelasnya.
Melalui seminar ini diharapkan para peserta dapat memahami pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik ekonomi modern, terutama dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. []
Editor: Amirah Nurlija Zabrina










