
Amirah Nurlija Zabrina | DETaK
Darussalam-Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) terpilih pada program AI-SE Winter School (Artificial Intelligence – Software Engineering Winter School) di Qatar. Program ini dimulai dari tanggal 19 hingga 22 Januari 2025.
Ini merupakan program akademik internasional yang diselenggarakan oleh University of Doha for Science and Technology (UDST) di Doha, Qatar. Program ini bertujuan untuk mendorong pertukaran lintas disiplin (interdisciplinary knowledge exchange), membangun relasi, dan meningkatkan kolaborasi antar peserta dari berbagai wilayah dari mancanegara.

Berikut nama mahasiswa USK yang lolos AI-SE Winter School di Doha (Qatar) :
- Furqan Ramadhan dari Prodi Informatika (FMIPA)
- Muhammad Habil Aswad dari Prodi Informartika (FMIPA)
Program ini memiliki fokus utama yaitu memperkuat kemampuan mahasiswa dalam bidang Artificial Intelligence (AI) dan Software Engineering (SE) melalui serangkaian workshop interaktif, sesi presentasi dari berbagai speaker, dan kegiatan jaringan dengan pakar global.
Salah-satu mahasiswa yang lolos, Furqan Ramadhan menjelaskan alasannya mendaftar karena ingin melihat bagaimana perkembangan dunia digital dan teknologi di luar negeri, seperti AI, LLM’s (Large Language Model) dan GPT (Generative Pretrained Transformer) yang saat ini berkembang dengan pesat.
“Dari awal memang ingin lihat bagaimana perkembangan dunia digital dan teknologi di luar sana karena kita tahu saat ini AI sedang jauh berkembang dengan pesatnya, terutama LLM’s dan GPT sehingga kita bisa mengenal AI seperti ChatGPT,” ujarnya.
Lebih lanjut, Furqan mengatakan bahwa metode pengembangan perangkat lunak juga dapat dikolaborasikan dengan AI yang tepat melalui Machine Learning (Pembelajaran Mesin) dapat menciptakan produk perangkat lunak yang lebih menjanjikan dan signifikan.
“Kita juga mengetahui sebuah metode pengembangan perangkat lunak juga bisa dikolaborasikan dengan menggunakan AI yang tepat melalui Machine Learning akan menghasilkan produk Software yang lebih menjanjikan dan relevan,” ungkapnya.
Furqan juga menjelaskan tantangan yang mereka hadapi yaitu membayar tiket pergi dan pulang dengan dana pribadi sehingga program tersebut tidak sepenuhnya dibiayai. Ia berharap agar biaya tiket yang mencapai sekitar 14 juta rupiah dapat diakomodasi kembali oleh kampus. Meskipun demikian, ia bersyukur karena selama di Qatar, mereka tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya tambahan.
Selanjutnya, Furqan menjelaskan hanya ia dan rekannya yang mewakili Indonesia sehingga mereka harus bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Menurutnya ini adalah hal yang membanggakan bisa berinteraksi dengan teman dari berbagai negara.
“Fun fact nya ialah cuma kami berdua yang mewakili Indonesia bersama Muhammad Habil Aswad tentu saja kami harus berbahasa Inggris yang cakap, percayalah itu sangat membanggakan bisa berinteraksi dengan dengan skala internasional,”jelasnya.
Furqan berpesan kepada mahasiswa, khususnya yang masih di semester awal atau menengah untuk mengikuti berbagai kegiatan internasional selama berkuliah di USK. Menurutnya, hal ini dapat menjadi kesempatan untuk mengharumkan nama Universitas dan Indonesia.
“Untuk mahasiswa-mahasiswa yang lain terutama masih di semester awal atau menengah, ikutilah kegiatan internasional baik itu Study Tour, Internship, Lomba, maupun program akademik lainnya selama masih menjadi mahasiswa USK. Kalian bisa membawa nama Universitas dan membawa nama Indonesia,”pesannya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mencari dan ikut program internasional, terutama yang ditanggung penuh. Ia juga berpesan untuk memastikan tiket keberangkatan dan kepulangan sudah ditanggung. Menurutnya, program di luar negeri sangat menarik dan meninggalkan kesan mendalam serta memberikan kesempatan untuk tampil di kancah global.[]
Editor : Rimaya Romaito Br Siagian









