Beranda Headline Mahasiswa FP USK Desak DPRA Percepat Pemulihan Pertanian dalam Aksi Hari Tani

Mahasiswa FP USK Desak DPRA Percepat Pemulihan Pertanian dalam Aksi Hari Tani

BERBAGI
Ketua Satgas menanggapi poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam audiensi terbuka di Kantor DPRA Banda Aceh. 1/10/2026. (Shafna/DETaK)

Shafna | DETaK

Darussalam-Mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria menggelar aksi Hari Tani guna mendesak percepatan pemulihan pertanian pascabencana Aceh di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Kamis, 1 September 2026.

Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria, Teuku Novri Afdhal, mengatakan aksi tersebut diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan kelompok mahasiswa di Aceh, termasuk FP USK.

Iklan Souvenir DETaK

“Untuk kampus-kampusnya, ini ada dari FP USK, ada FP Unaya, ada Senat UIN, ada Abulyatama, UBBG, ada juga FISIP USK, ada juga dari Aliansi Maritim,” kata Teuku Novri saat ditemui di sela aksi.

Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria membawa delapan tuntutan yang berfokus pada kondisi pertanian dan agraria di Aceh, terutama pemulihan sektor pertanian setelah bencana.

Delapan tuntutan tersebut meliputi:

  1. Evaluasi dan perbaikan kebijakan pertanian di Aceh.
  2. Percepatan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di sektor pertanian.
  3. Mendesak Pemerintah Aceh agar melaksanakan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sektor pertanian.
  4. Transparansi dan akurasi data kerusakan.
  5. Perlindungan dan pemulihan sektor peternakan.
  6. Transparansi dan akuntabilitas anggaran.
  7. Penyelesaian konflik agraria yang ada di Aceh.
  8. Penegasan perlindungan lingkungan dan mitigasi bencana hidrometeorologi.

Teuku Novri mengatakan massa yang mengikuti aksi diperkirakan mencapai sekitar 500 orang berdasarkan jumlah peserta saat keberangkatan menuju Gedung DPRA.

Massa tiba pukul 15.00 WIB dan meminta DPRA menerima serta membahas tuntutan yang mereka sampaikan. Mahasiswa juga meminta pembahasan dilakukan secara terbuka bersama perwakilan massa aksi.

Dalam pertemuan tersebut, massa diterima oleh Ketua Satgas, Tgk Anwar. Sementara itu, Ketua DPRA tidak hadir menemui massa.

Tgk Anwar mengatakan tuntutan mahasiswa akan dibahas karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Ia menyebut pembahasan membutuhkan ruang dan waktu agar setiap persoalan dapat dipahami secara menyeluruh.

“Itu kan kepentingan masyarakat ramai. Kita pasti perjuangkan, kita pasti usahakan semua itu, poin-poin itu,” kata Tgk Anwar.

Menurut Tgk Anwar, penyampaian tuntutan perlu dibicarakan dalam suasana yang kondusif agar pembahasan tidak dilakukan secara terburu-buru.

“Ini masalah rakyat, nggak bisa ditodong-todong. Kita butuh waktu, kita butuh ruang. Kita butuh pemahaman yang komprehensif,” ujarnya.

Teuku Novri mengatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk menentukan langkah selanjutnya apabila tuntutan yang disampaikan belum mendapatkan penyelesaian.[]

Editor: Kamilina Junita Damanik