Beranda Terhangat Tim Bantuan Medis FK USK Gelar Simulasi Penanganan Bencana

Tim Bantuan Medis FK USK Gelar Simulasi Penanganan Bencana

BERBAGI
Proses Simulasi penanganan korban bencana gempa bumi oleh petugas medis (13/09/2026) (Zahra Zakya Attamy/DETaK)

Zahra Zakya Attamy & Kamilina Junita Damanik | DETaK

Darussalam-Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar simulasi penanganan korban bencana dengan nama MERCUSUAR TBM FK USK 2026.  Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni  tanggal 12–13 September 2026, di FK USK.

Kegiatan MERCUSUAR TBM FK USK merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya guna memberikan pelatihan kepada mahasiswa FK terkait tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Ready for the quake, no time to wait.”

Iklan Souvenir DETaK

Direktur TBM FK USK, Muhammad Fatir, mengatakan pemilihan tema gempa bumi didasari oleh situasi bencana yang tidak dapat diprediksi, menurutnya kesiapsiagaan menjadi hal penting agar tim medis mampu memberikan penanganan ketika gempa terjadi.

“Kalau gempa bumi ni kan tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba udah gempa aja, artinya ketika gempa itu datang kita harus siap sedia dan paham harus melakukan apa,”ujarnya.

Muhammad Asyura selaku project officer menyampaikan kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dengan pembekalan materi serta training di hari Sabtu dan pelaksanaan simulasi di hari Minggu.

“Hari sabtu itu kami ada pelatihan, itu dikasih materi oleh dokter, kemarin ada dokter Ortopedi dan dokter spesialis emergency. Kemudian di hari training itu juga ada pelatihan tentang menggunakan alat dan cara penyelamatan yang benar. Kemudian di hari minggunya kami melakukan simulasi berdasarkan materi yang sudah disampaikan di hari sebelumnya,“ ungkapnya.

Lebih lanjut, Asyura menyampaikan kegiatan ini mengundang sejumlah pemateri yang ahli di bidangnya, mulai dari dokter spesialis dari FK USK, serta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ortopedi rumah sakit Zainal Abidin sebagai observer.

“Pematerinya itu kami mengundang dosen FK, yang spesialis, kemudian ada fasilitator juga dari kakak tingkat yang alumni TBM dulu, dan juga ada observer dari PPDS Ortopedi Zainal Abidin,“ tuturnya.

Muhammad Asyura berharap dengan terpublikasikannya kegiatan ini, masyarakat dapat melihat dan tidak bersikap skeptis terhadap mahasiswa pada saat penanganan bencana, karena sejatinya mahasiswa sudah mendapatkan berbagai pelatihan sebelum turun ke lapangan.

“Untuk masyarakat saya berharap tidak terlalu skeptis terhadap mahasiswa karena mahasiswa sendiri sebenarnya memang ada pelatihan,“ harapnya.[]

Editor: Zalifa Naiwa Belleil