Beranda Terkini Raih Juara I GeoSketch Nasional, Mahasiswa USK Angkat Struktur Kekar Kolom dalam...

Raih Juara I GeoSketch Nasional, Mahasiswa USK Angkat Struktur Kekar Kolom dalam Karya Geologi

BERBAGI
Vicky Hisbul Hawari, mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK), yang berhasil meraih Juara I dalam kompetisi GeoSketch. (Dok. Istimewa)

Zahra Zakya Attamy & Defi Ulantari | DETaK

Darussalam-Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (USK), Vicky Hisbul Hawari, berhasil meraih Juara I dalam kompetisi GeoSketch tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Peta Bumi Universitas Jenderal Soedirman pada tanggal 13 Mei-21 Juni 2026. Dalam kompetisi ini, ide utama yang diangkat dalam karyanya adalah struktur kekar kolom (columnar joint), yaitu struktur yang terdapat pada batuan beku.

Kompetisi GeoSketch merupakan ajang yang menggabungkan seni dan ilmu kebumian. Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menggambarkan atau membuat sketsa singkapan (OC), kemudian mendeskripsikan secara lengkap berbagai aspek yang terdapat pada singkapan tersebut. Kompetisi tersebut mengusung tema “Bring the Earth’s Majesty into a Piece of Art” dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Iklan Souvenir DETaK

Vicky mengaku tidak menyangka dapat meraih Juara I dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, pencapaian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, terlebih kompetisi tersebut merupakan ajang tingkat nasional yang dapat diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Ini jadi kesan dan pengalaman yang sangat berharga bagi saya, apalagi ini lomba tingkat nasional yang bisa diikuti perguruan tinggi seluruh Indonesia,” ujar Vicky.

Dalam proses penyusunan karya, Vicky terlebih dahulu melakukan pengamatan langsung ke lapangan untuk melihat singkapan yang akan diangkat. Hal tersebut dilakukan agar ia dapat mendeskripsikan struktur, jenis batuan, serta geomorfologi daerah setempat secara lebih akurat.

Vicky mengatakan tantangan terbesar yang dihadapinya selama mengikuti kompetisi adalah keterbatasan waktu dalam proses pembuatan karya. Meskipun demikian, ia tetap berusaha menyelesaikan karya dengan baik hingga akhirnya berhasil meraih posisi pertama.

Vicky berharap prestasi yang diraih dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap bidang Teknik Geologi, khususnya di kalangan mahasiswa dan pembaca.

“Harapan saya kedepannya, dengan melihat hasil prestasi saya, dapat menambah minat mahasiswa dan khalayak umum terhadap bidang keilmuan teknik geologi,” ujarnya. []

Editor: Fathimah Az Zahra