Beranda Terkini Mahasiswa USK Inovasikan “Rawa Pintar Aceh”, Raih Bronze Medal di Bandung 3...

Mahasiswa USK Inovasikan “Rawa Pintar Aceh”, Raih Bronze Medal di Bandung 3 Essay Competition 2026

BERBAGI
Salah satu perwakilan peserta lomba Salsabila Rizky Vonna. (Dok. Pribadi)

Jamalidiana | DETaK

Darussalam-Tim mahasiswa lintas fakultas dari Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Mengusung inovasi bertajuk “Rawa Pintar Aceh”, tim yang terdiri dari empat mahasiswa ini berhasil meraih penghargaan Bronze Medal pada ajang Bandung 3 Essay Competition yang berlangsung di Bandung, pada tanggal 10 sampai 11 April 2026. Kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini mengangkat tema “Menjawab Tantangan Zaman: Peran Pemuda dalam Menentukan Arah Indonesia”.

Di tengah persaingan ketat, tim USK mengusung gagasan integrasi teknologi dalam mitigasi bencana dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pidie Jaya. Tim ini terdiri dari Jusri (Fakultas Kelautan dan Perikanan) sebagai ketua, Octaviena Muharni Siahaan (Fakultas Teknik), Salsabila Rizky Vonna (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), dan Siti Sofia (Fakultas Kedokteran).

Iklan Souvenir DETaK

Sebagai informasi, Bandung Essay Competition (BEC) merupakan ajang kompetisi esai tingkat nasional yang dikenal bergengsi dan kompetitif. BEC menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan ide-ide inovatif dan solutif terhadap berbagai isu strategis nasional. Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga pada 2026, BEC terus mengalami
peningkatan kualitas baik dari segi jumlah peserta, cakupan tema, maupun kredibilitas dewan juri, sehingga menjadikannya salah satu kompetisi esai yang diperhitungkan di tingkat nasional.

Inovasi mereka difokuskan pada pengembangan Sistem Ekosistem Perikanan Berbasis Floodplain yang diintegrasikan dengan teknologi sensor air. Teknologi berbasis Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk memantau parameter kualitas air dan tinggi muka air secara real-time, yang berfungsi ganda sebagai alat optimasi budidaya perikanan sekaligus sistem peringatan dini (Early Warning System) banjir di wilayah rawa Pidie Jaya. Keberhasilan ini
tidak lepas dari bimbingan Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, ST., M.Eng.

Momen puncak kompetisi ini terjadi saat sesi presentasi final yang berlangsung di Bandung, tempat Salsabila Rizky Vonna tampil sebagai perwakilan tim untuk memaparkan keunggulan inovasi “Rawa Pintar Aceh” di hadapan dewan juri. Dengan penyampaian yang lugas dan komprehensif, Salsabila meyakinkan dewan juri mengenai efektivitas konsep Eco-DRR (Ecosystem-based Disaster Risk Reduction) yang mereka tawarkan. Penampilan gemilang tersebut sukses membawa pulang medali perunggu (Bronze Medal) ke Aceh, membuktikan bahwa kolaborasi pemikiran dari berbagai disiplin ilmu di USK mampu menghasilkan solusi yang diakui secara nasional.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian ini. Beliau menilai prestasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa sinergi lintas kompetensi antara mahasiswa fakultas teknik, perikanan, sospol, dan kedokteran sangat relevan dalam menjawab tantangan industri masa
kini.

“Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat melahirkan solusi berdampak. Kami berharap capaian yang diraih oleh Salsabila dan tim dari Bandung bisa memotivasi mahasiswa lain untuk berani membawa ide mereka ke level implementasi demi ketangguhan bencana di daerah,” pungkasnya.

Keberhasilan tim “Rawa Pintar Aceh” ini diharapkan tidak hanya berhenti di atas panggung kompetisi, tetapi juga dapat segera diimplementasikan secara nyata sebagai pilot project di wilayah-wilayah rawan banjir lainnya di Aceh. Dengan integrasi teknologi IoT dan keterlibatan aktif pemuda sebagai operator sistem, inovasi ini diproyeksikan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal serta menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Semangat inovasi yang dibawa oleh para mahasiswa ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi transformasi digital di sektor perikanan tradisional demi kesejahteraan ekonomi rakyat yang berkelanjutan.[]

Editor: Zalifa Naiwa Belleil