
Davina Dara Meisya & Arami Rizkia | DETaK
Darussalam-Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi membuka Program Studi (Prodi) Profesi Psikologi di bawah Departemen Psikologi. Pendaftaran telah dibuka dari tanggal 5-16 Februari 2026. Pembukaan prodi ini menjadi kelanjutan dari pendidikan sarjana psikologi untuk mempersiapkan lulusan psikolog yang dapat berkontribusi memenuhi layanan kesehatan mental, khususnya di Aceh.
Wakil Dekan Akademik FK USK, Ferry Dwi Kurniawan, menilai bahwa pembukaan Program Profesi Psikologi merupakan langkah strategis dalam mendorong kemajuan pendidikan psikologi di daerah. Selama ini, meskipun program sarjana psikologi telah tersedia, lulusan di Aceh masih menghadapi keterbatasan akses untuk melanjutkan ke jenjang profesi karena belum tersedianya program tersebut secara lokal.

“Perkembangan pendidikan psikologi di Aceh belum sepenuhnya optimal, khususnya pada jenjang profesi. Banyak lulusan harus melanjutkan studi ke luar daerah. Karena itu, pembukaan program ini diharapkan dapat menjadi solusi sekaligus memperkuat layanan psikologi di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peluang pembukaan program ini dinilai sangat besar, mengingat kebutuhan tenaga psikolog profesional di wilayah Sumatera masih tinggi. Selain itu, kampus telah didukung sumber daya manusia yang kompeten, tenaga ahli profesional, serta fasilitas penunjang yang dinilai cukup untuk menjalankan program tersebut.
“Program ini tidak hanya diarahkan untuk mencetak psikolog profesional, tetapi juga lulusan yang memiliki kepedulian sosial, wawasan medikal, serta semangat kewirausahaan. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu berkontribusi langsung di masyarakat sekaligus membuka peluang kerja secara mandiri,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap lulusan program profesi psikolog nantinya siap menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana. Lulusan diharapkan mampu berperan aktif dalam layanan kesehatan mental, penanganan trauma, hingga pemberdayaan komunitas.
“Harapan kami, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kesiapan terjun langsung ke masyarakat. Dengan demikian, kehadiran program ini benar-benar dapat memberi manfaat nyata bagi daerah,” tuturnya.
Salah seorang anggota pembentukan prodi ini, Eka Dian Aprilia, memaparkan bahwa kurikulum prodi mengacu pada ketentuan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI), dengan total 36 Satuan Kredit Semester (SKS) untuk masa studi selama 3 semester.
“Kita mengacu pada AP2TPI. Dari asosiasi sudah ditetapkan bahwa untuk profesi ini terdiri dari 36 SKS untuk tiga semester. Semester pertama itu berisi teori dengan total 8 SKS. Sementara semester dua dan tiga diisi dengan praktik lapangan. Jadi, para calon psikolog ini praktik lapangan di empat setting, yaitu kerja, kesehatan, komunitas, dan pendidikan,” jelasnya.
Kemudian ia menerangkan bahwa mereka telah memiliki 15 psikolog yang berperan sebagai dosen. Selain itu, mereka juga sudah bekerja sama dengan beberapa institusi untuk mendukung praktik lapangan yang mencakup empat bidang tersebut.
“Untuk di departemen psikologi ini sendiri kita punya kurang lebih 15 orang psikolog. Sementara untuk praktik lapangan di semester dua dan tiga, kita sudah bekerja sama dengan beberapa institusi yang nanti bisa menerima mahasiswa untuk praktik sesuai dengan empat setting tadi,” lanjutnya.[]
Editor: Zalifa Naiwa Belleil









