Beranda Artikel Mengapa Ada Hari Lahir Pancasila? Begini Sejarahnya

Mengapa Ada Hari Lahir Pancasila? Begini Sejarahnya

BERBAGI
Ilustrasi. (Annisa Salsabilla Musran/DETaK)

Artikel | DETaK

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang penuh pertimbangan dan semangat persatuan. Latar belakangnya yaitu kebutuhan bangsa Indonesia yang sedang bersiap merdeka dari penjajahan untuk memiliki sebuah dasar negara yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat. Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat beragam, terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa. Maka dari itu, dasar negara yang akan dipilih harus mampu mencerminkan nilai-nilai yang bisa diterima semua golongan tanpa memihak satu kelompok tertentu.

Pada masa menjelang kemerdekaan, tepatnya saat Jepang mulai terdesak dalam Perang Dunia II, Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia. Langkah awal, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945. Dalam sidang pertamanya yang dimulai pada 29 Mei 1945, para tokoh bangsa mulai membahas tentang dasar negara Indonesia. Di sinilah muncul berbagai pandangan dan usulan, termasuk dari tokoh besar bangsa, Ir. Soekarno.

Iklan Souvenir DETaK

Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidatonya yang sangat monumental dan memperkenalkan lima prinsip dasar yang ia usulkan sebagai dasar negara. Lima prinsip tersebut adalah: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau perikemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Usulan Soekarno itu diterima dengan baik, dan setelah melalui proses diskusi lanjutan, kelima prinsip tersebut dirumuskan kembali oleh Panitia Sembilan menjadi Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Namun, dalam perkembangannya, untuk menyesuaikan dengan keberagaman bangsa dan menghindari potensi perpecahan, beberapa perubahan dilakukan terhadap rumusan awal tersebut. Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Penetapan tanggal ini merujuk pada momen bersejarah ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan sidang pertama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, Soekarno mengemukakan gagasannya mengenai dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima prinsip utama. Lima prinsip itu kemudian dikenal dengan nama “Pancasila”, dari kata “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti prinsip atau asas. Pidato itu menjadi tonggak awal lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia. Meskipun rumusan resmi Pancasila baru ditetapkan pada 18 Agustus 1945 melalui Pembukaan UUD 1945, namun 1 Juni dianggap sebagai hari kelahiran konsep dasar negara tersebut.

Setelah sekian lama tidak secara resmi diperingati sebagai hari besar nasional, akhirnya pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni resmi ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadi hari libur nasional.

Penetapan ini didasarkan pada pentingnya momen historis 1 Juni 1945 sebagai titik awal lahirnya ideologi negara yang menyatukan seluruh komponen bangsa. Selain itu, penetapan hari libur ini juga dimaksudkan agar seluruh rakyat Indonesia dapat mengenang, menghargai, dan memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hari libur nasional ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga sebagai upaya memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan cinta tanah air di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Hal yang dapat dilakukan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila

Sebagai warga negara Indonesia, memperingati Hari Lahir Pancasila tidak hanya sebatas seremonial atau mengikuti upacara, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa mulai dengan menanamkan sikap saling menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya sebagai wujud dari sila Persatuan Indonesia. Mengikuti kegiatan gotong royong di lingkungan tempat tinggal, aktif dalam kegiatan sosial, atau membantu sesama tanpa memandang latar belakang juga merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Dalam bidang pendidikan, siswa dan mahasiswa dapat membuat karya seperti poster, video, atau artikel yang mengangkat pentingnya nilai-nilai Pancasila. Di media sosial, kita juga bisa menyebarkan konten positif dan inspiratif yang memperkuat semangat kebangsaan dan toleransi. Selain itu, momen ini bisa digunakan untuk merefleksikan peran kita sebagai generasi muda dalam menjaga dan meneruskan semangat Pancasila demi keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Dengan begitu, Hari Lahir Pancasila bukan hanya menjadi hari libur, tetapi momentum penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

Penulis bernama Annisa Salsabilla Musran, Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Cut Irene Nabilah