Beranda Headline Tingkatkan Tanggap Bencana pada Mahasiswa, UKM Sosial dan Bencana Adakan Simulasi Kebencanaan

Tingkatkan Tanggap Bencana pada Mahasiswa, UKM Sosial dan Bencana Adakan Simulasi Kebencanaan

BERBAGI
Mahasiswa simulasi gempa berbondong-bondong keluar dari gedung untuk menyelamatkan diri. 16/10/2023 (Dok. Shahibah Alyani)

Rani Mauizzah | DETaK

Darussalam-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sosial dan Bencana mengadakan simulasi bencana gempa akbar dengan tema Syiah Kuala Tectonic Resilience and Operational Network for Greater Earthquake Readiness 1.0 (Stronger 1.0) di Ruang Kuliah Umum (RKU) 1 dan seputaran Masjid Jamik USK pada Senin, 16 Oktober 2023.

UKM Sosial dan Bencana yang terdiri dari Fasilitator Tangguh Bencana (FASTANA), Resimen Mahasiswa (MENWA), Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Leuser, Pramuka, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit Universitas Syiah Kuala dan Pers DETaK USK.

Iklan Souvenir DETaK

Simulasi ini diikuti oleh anggota UKM dan mahasiswa Fakultas Hukum yang sedang kuliah di Ruang Kuliah Umum 1 (RKU 1) yang berjumlah sekitar 300 mahasiswa.

Menanggapi simulasi bencana yang telah dilakukan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni USK, Mustanir, mengatakan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini untuk meningkatkan kewaspadaan mahasiswa sebagai komponen masyarakat jika sewaktu-waktu bencana terjadi.

“Tujuannya untuk meningkatkan awareness, karena bencana itu pasti akan ada. Semua pihak, terutama UKM yang relevan itu harus mempersiapkan diri kalau nanti sewaktu-waktu terjadi bencana. Kemudian, kita tadi juga melibatkan mahasiswa, mereka juga harus tau sebagai masyarakat harus bersikap bagaimana jika terjadi bencana,” jelasnya.

Sadriansah Hapnadi Harahap sebagai koordinator lapangan juga mengatakan bahwa dengan adanya simulasi gempa akbar ini, diharapkan pihak USK sudah memiliki acuan mengenai apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

Output yang kami harapkan itu jika terjadi bencana, USK ini sudah punya panduan apa yang harus dilakukan dalam menghadapi bencana. Lalu juga diharapkan nanti terbentuk satu satgas bencana, jadi jika terjadi suatu bencana sudah ada perwakilan dari USK,” ucap Sadriansah.

Lebih lanjut Koordinator UKM Bidang Sosial Kebencanaan, Enzus Tinianus berharap agar peserta yang telah mengikuti simulasi menjadi tanggap bencana, khususnya bencana gempa bumi.

“Yang pertama kita berharap para peserta tadi sudah tanggap, apa yang harus mereka lakukan jika terjadi bencana gempa. Nantinya akan dilakukan secara terus menerus bencana kebakaran, longsor, tsunami dan seterusnya. Sehingga USK betul-betul siap jika terjadi bencana. Yang kedua, untuk siap itu, di ruangan-ruangan ada racun api, ada petunjuk-petunjuk, dan lain sebagainya yang kita lihat belum ada. Yang ketiga, kita harap terbentuk satu satgas kebencanaan apabila terjadi bencana, jadi kita siap untuk turun kapanpun,” jelas Enzus.

Selain itu Ahmad Raihan Khairuddin, mahasiswa Fakultas Hukum juga menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mereka dan untuk yang menonton video simulasi tersebut.

“Menurut kami kegiatan ini sangat bermanfaat, bukan cuma untuk kami tapi juga untuk semua orang yang bakal liat video kami. Kegiatan ini sungguh luar biasa, dapat pengetahuan yang sangat banyak lebih-lebih terhadap bencana, terutama bencana gempa.” jelas Ahmad.[]

Editor : Zafira Miska