Fitri Ramadina | DETaK
Aceh Besar – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers DETaK Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan kunjungan kerja ke kantor TVRI Aceh pada Kamis, 18 Agustus 2022. Kunjungan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan UKM Pers DETaK untuk meningkatkan pengetahuan para pengurus UKM terkait dengan proses penyiaran televisi publik dan juga pendalaman jurnalistik. Kunjungan ini diikuti oleh 11 anggota pengurus UKM Pers DETaK termasuk Pemimpin Umum UKM Pers DETaK, Satria Liswanda.
Cut Nita Maulida selaku jurnalis TVRI Aceh menerangkan bagaimana proses penyusunan berita sebelum disiarkan di televisi.

“kalau syarat penyusunan berita sebenarnya juga harus dilihat dari value berita itu sendiri, seberapa penting berita itu. Kalau berita yang sudah menyangkut terkait nyawa orang itu pastinya berada di atas, sedangkan jika berita itu ringan maka semakin berita itu kami preoritaskan ke bawah,” kata Cut.
Di akhir sesi kunjungan, pengurus UKM Pers DETaK melakukan sharing pengalaman dan pengetahuan terkait dunia jurnalistik bersama Ariel Kahhari yang merupakan jurnalis senior di TVRI.
“Hasil output kalian itu bisa ditayangkan ke TVRI, khususnya yang video. Jujur kita gak punya akses yang terlalu jauh soal mahasiswa berprestasi kan, kalian itu bisa jadi jembatannya TVRI. Jadi bisa simbiosis mutualisme gitu. Kalian angkat dokumen kalian di kampus, nanti kami bantu secara konten,” ujar Ariel.
Ariel Kahhari juga berpesan agar semua anggota DETaK dapat bersinergi dengan maksimal agar UKM dapat berkembang.
“Abang gak tau gimana sistem kerja di DETaK, tapi kalau dari 55 anggota itu bisa dibagi menjadi masing-masing divisi itu keren. Ada divisi ngurusin online, divisi ngurusin podcast. Podcast itu bisa join sama Youtube,” sarannya.
Selain sasi berbagi pengalaman dengan jurnalis handal yang ada di TVRI, pengurus juga diajak berkeliling kantor TVRI. Ditemani oleh Cut Nita Maulida, para pengurus menerima banyak pengetahuan mengenai proses pembuatan berita, dari tahap recording, dubbing, sampai editing hingga akhirnya dapat ditayangkan.[]
Editor: Aisya Syahira










