Rifdah Afifah Bardan | DETaK
Banda Aceh – Resimen Mahasiswa (Menwa) merupakan UKM yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terkait bela negara, membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan dan program perguruan tinggi serta program kemahasiswaan lainnya. Hal ini diungkapkan salah satu anggota Menwa, Cici, terkait tugas Menwa.
“Menurut Cici tugas Menwa di kampus, sebagai wadah untuk mengembangkan kesadaran mahasiswa terkait bela negara, membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan dan program perguruan tinggi serta program kemahasiswaan lainnya,” ujarnya ketika diwawancarai pada Selasa, 09 November 2021.

Baru-baru ini ada kejadian yang tidak terduga dari salah satu Menwa kampus di Indonesia, yaitu tewasnya salah satu peserta saat sedang menjalankan Diklat Menwa. Sampai saat ini, pihak Menwa USK belum bisa membuka suara terkait hal tersebut dikarenakan pihak yang dimaksud lebih mengetahui tentang kronologisnya.
“Sebelumnya terima kasih untuk DETaK, jadi gini saya bukan tidak mau untuk diwawancara, tetapi kalau dibahas masalah koban pelatihan tersebut, saya belum bisa jawab, yang lebih tau kronologinya kan pihak sana, takutnya nanti beda pendapat, jadi mohon maaf ya saya belom bisa,” ungkap Komandan Menwa 01 USK, Ikbar.
Adanya kejadian tersebut membuat turunnya minat mahasiswa untuk bergabung di Menwa. Akan tetapi, ada hal yang harus diketahui mahasiswa yaitu dalam bergabung ke organisasi pasti ada kekurangan dan kelebihannya, diharapkan mahasiswa lebih jeli dalam memilih berita dan harus mengenal lebih jauh mengenai suatu organisasi dengan cara mengikuti sosialisasi. Sosialiasi organisasi ini juga diterapkan Menwa, hal ini dilakukan untuk memperkenalkan organisasi Menwa agar mahasiswa tidak salah paham.
“Perlu adanya sosialisasi lagi untuk memperkenalkan organisasi Menwa agar tidak salah paham. Kemudian, kita sebagai masyarakat/mahasiswa perlu memilah berita yang sedang beredar,” tutur Cici.
Kalimat “Widya Castrena Dharma Siddha” mungkin sudah tak asing lagi di kalangan Menwa, kalimat tersebut berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Penyempurnaan Pengadian dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan”. Dengan adanya semboyan tersebut, Cici mengungkapkan harapannya untuk Menwa ke depan agar lebih banyak program yang mendukung dan mengayomi mahasiswa.
“Semoga ke depannya organisasi Menwa lebih banyak program yang mendukung dan mengayomi mahasiswa/i melalui pelatihan/sosialisasi terkait kepemimpinan. Kemudian ke depannya semoga UKM Menwa dan UKM lainnya dapat berkolaborasi, serta organisasi Menwa ini dapat menjadi contoh di kalangan mahasiswa/i terkait jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan,” pungkas Cici.[]
Editor: Indah Latifa










